Gudang Terbatas, BULOG NTB Andalkan Cocoon untuk Simpan Beras Setahun

Gudang Terbatas, BULOG NTB Andalkan Cocoon untuk Simpan Beras Setahun
Gudang Terbatas, BULOG NTB Andalkan Cocoon untuk Simpan Beras Setahun

Mataram – Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan 361 ton beras menggunakan teknologi hermetik atau Cocoon di area terbuka. Inovasi ini menjadi solusi untuk menambah kapasitas penyimpanan cadangan beras, terutama ketika ruang di dalam gudang mulai terbatas.

Hingga Jumat (6/11/2026), BULOG NTB telah mengoperasikan dua unit Cocoon di Kompleks Pergudangan Dasan Cermen, Mataram. Kedua fasilitas tersebut menampung total 361 ton beras dengan sistem penyimpanan kedap udara.

Teknologi ini bekerja dengan mengendalikan atmosfer di dalam ruang penyimpanan. Sistem Cocoon mampu menekan kadar oksigen hingga di bawah 5 persen sehingga membantu menghambat perkembangan hama yang dapat merusak kualitas beras.

Menariknya, metode tersebut memungkinkan BULOG menyimpan beras tanpa menggunakan bahan kimia atau zat aktif untuk pengendalian hama selama proses penyimpanan.

Area Manager UB-Jastasma NTB, Danang Krisnantoko, mengatakan penggunaan Cocoon menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan cadangan beras.

“Melalui metode Cocoon ini, kami dapat mengoptimalkan kapasitas penyimpanan beras, khususnya dengan memanfaatkan area di luar gudang. Selain itu, sistem penyimpanan dengan kadar oksigen di bawah 5 persen ini diharapkan mampu menjaga kualitas beras dan mengendalikan perkembangan hama tanpa penggunaan bahan kimia atau zat aktif,” ungkap Danang.

Menurutnya, metode tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi BULOG dalam mengelola stok ketika kapasitas gudang konvensional tidak mencukupi.

BULOG NTB menargetkan beras yang tersimpan menggunakan teknologi Cocoon dapat bertahan hingga 12 bulan atau satu tahun.

Namun, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada pemenuhan standar mutu serta pengawasan kondisi penyimpanan. Pengendalian kualitas menjadi faktor penting agar cadangan beras tetap layak selama masa penyimpanan.

Ke depan, BULOG NTB berencana memperluas penggunaan teknologi ini ke sejumlah wilayah kerja lainnya. Tiga daerah yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.

Perluasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan beras di NTB, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan stok pangan antardaerah.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya BULOG mendukung agenda swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih fleksibel, BULOG NTB berupaya menjaga ketersediaan cadangan beras sekaligus meminimalkan risiko kerusakan selama penyimpanan.

Pemanfaatan teknologi Cocoon kini menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkuat sistem logistik pangan, terutama ketika kebutuhan penyimpanan terus meningkat dan kapasitas gudang konvensional menghadapi keterbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *