BisnisNusantara

Airlangga Targetkan Ekonomi Q1 Tembus 5,6%, Stimulus & THR Jadi Motor Penggerak

×

Airlangga Targetkan Ekonomi Q1 Tembus 5,6%, Stimulus & THR Jadi Motor Penggerak

Sebarkan artikel ini
selanjutnya kami persilahkan Pak Prof Yassirly (7:43) baik terima kasih Pak Menko yang saya hormati (7:46) Pak Menko, Pak Menteri, Pak Seskap, dan teman-teman media semua (7:51) saya ingin menyampaikan bahwa kami dari Kementerian Ketenaga Kerjaan (7:57) kita sudah mengeluarkan surat edaran (7:59) yang pertama nomor M3HK04-003-2026 (8:06) tentang pelaksanaan pemberian tunjangan Hari Raya Keagamaan (8:11) tahun 2026 bagi pekerja atau buruh di perusahaan (8:15) surat edaran ini kami tunjukkan kepada para gubernur di seluruh Indonesia (8:21) ada beberapa poin yang ingin saya tekankan dalam surat edaran ini (8:25) yang pertama bahwa pemberian THR mengacu kepada peraturan pemerintah (8:33) nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan (8:38) dan peraturan Menteri Ketenaga Kerjaan nomor 6 tahun 2016 (8:42) tentang tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja buruh di perusahaan (8:48) yang kedua bahwa THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh (8:56) yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih (9:02) dan pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha (9:08) berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu (9:15) seperti yang disampaikan oleh Pak Menko tadi dalam surat edaran kami (9:21) kita meminta THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari (9:27) sebelum Hari Raya Keagamaan namun perusahaan kita hiburin (9:33) agar dapat membayar lebih awal sebelum batas waktu tersebut (9:38) dalam surat ini kami juga sudah merincikan tata cara perhitungan (9:45) besaran dari THR kemudian kita menekankan bahwa (9:52) THR Keagamaan wajib dibayarkan oleh perusahaan secara penuh dan tidak boleh dicicil (10:01) kemudian dalam rangka memastikan pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan tahun 2026 (10:08) kami meminta para gubernur untuk melakukan langkah-langkah (10:12) 1. mengupayakan agar perusahaan di wilayah masing-masing membayar THR Keagamaan (10:20) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (10:23) 2. untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan (10:31) agar masing-masing wilayah provinsi dan kabupaten atau kota (10:36) membentuk Pos Komando Satuan Tugas (10:39) atau Pos Kosatgas Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi (10:44) dan Penegakan Hukum THR Keagamaan tahun 2026 (10:49) yang nanti terintegrasi dengan posko.thr.go.id (10:57) Bapak dan Ibu yang saya hormati (10:59) saya juga ingin menyampaikan yang kedua (11:02) Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor M4HK04-003-2026 (11:09) tentang pemberian bonus Hari Raya Keagamaan tahun 2026 (11:15) bagi pengemudi dan kurir pada layanan angkutan berbasis aplikasi (11:20) Surat Edaran ini ditujukan kepada para gubernur (11:24) dan pimpinan perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi di seluruh Indonesia (11:33) Sebagai wujud kepedulian kepada pengemudi dan kurir pada layanan angkutan berbasis aplikasi (11:39) atau pengemudi dan kurir online (11:41) dalam menyambut Hari Raya Keagamaan (11:44) dan untuk mendorong peningkatan produktivitas pengemudi dan kurir online (11:49) sekali lagi pemerintah menghimbau kepada perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi (11:56) untuk memberikan BHR (11:58) Beberapa hal yang kami tekankan dalam Surat Edaran ini (12:02) Yang pertama, BHR Keagamaan diberikan oleh perusahaan aplikasi (12:07) kepada pengemudi dan kurir online yang terdaftar secara resmi (12:11) pada perusahaan aplikasi dalam jangka waktu 12 bulan terakhir (12:16) Dua, BHR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai (12:21) paling sedikit 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir (12:28) Tiga, perusahaan aplikasi agar transparan (12:32) dalam perhitungan besaran BHR Keagamaan kepada pengemudi dan kurir online (12:39) BHR Keagamaan diberikan paling lambat 7 hari (12:42) tapi kami menghimbau untuk bisa dibayarkan lebih cepat dari batas waktu itu (12:47) dan pemberian BHR Keagamaan tidak menghilangkan (12:52) lukungan kesejahteraan bagi pengemudi dan kurir online (12:57) sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi (13:04) Kita juga menghimbau kepada para gubernur (13:08) Satu, untuk menghimbau perusahaan aplikasi di wilayah masing-masing (13:12) untuk memberikan BHR Keagamaan (13:15) dan menginstruksikan kepada kepala dinas yang menyelenggarakan (13:21) urusan pemerintahan di bidang ketenaga kerjaan (13:23) untuk mengupayakan dan memantau pelaksanaan surat edaran ini (13:28) Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak (13:32) dari Pak Menko, Pak Menho, Pak Menteri Investasi dan Pak Seskap (13:36) dan tentu arahan dari Bapak Presiden (13:39) Terima kasih, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, Jurnalekbis.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen. Target tersebut dipatok lebih tinggi dibanding capaian kuartal sebelumnya, seiring dorongan belanja pemerintah melalui stimulus dan kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN).

Airlangga menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pengungkit konsumsi domestik, termasuk stimulus Bantuan Hari Raya (BHR) yang nilainya meningkat dibanding tahun lalu. “Stimulus BHR tahun lalu itu setengahnya dari yang sekarang,” ujarnya dalam keterangan kepada awak media. Selasa (3/3).

Selain itu, pemerintah juga menaikkan THR ASN tahun ini lebih besar dibanding periode sebelumnya. “Kemudian kenaikan THR ASN juga tahun ini sepuluh persen lebih besar,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Melalui Rumah BUMN Lombok Barat, PLN Dukung Pengembangan Pelaku UMKM Bidang Kuliner

Menurutnya, kombinasi stimulus tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat pada awal tahun, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi pendorong konsumsi rumah tangga. Konsumsi domestik selama ini berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Sehingga tentunya kami berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini akan lebih tinggi dibandingkan Q4 yang lalu. Jadi kita menargetkan antara 5,5 sampai 5,6,” tegasnya.

Tak hanya belanja pemerintah, Airlangga juga menyinggung kontribusi sektor swasta, termasuk perusahaan berbasis teknologi dan transportasi daring yang memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional. Ia menyebut sejumlah perusahaan besar seperti GoTo dan Grab sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital yang terus bertumbuh.

Baca Juga :  PJ Gubernur NTB Miq Gite, instruksikan FKUB Amankan Agenda Keagamaan dan Pemilu

“Kemudian sisanya ada yang sepuluh, GoTo dan Grab,” ujarnya singkat ketika menjelaskan kontribusi sejumlah sektor terhadap pergerakan ekonomi.

Pemerintah menilai momentum kuartal pertama sangat krusial dalam membangun fondasi pertumbuhan tahunan. Biasanya, awal tahun menjadi fase pemulihan pasca perlambatan di akhir tahun sebelumnya. Karena itu, injeksi belanja melalui stimulus sosial dan THR dipandang strategis untuk menjaga optimisme pasar sekaligus mendorong aktivitas produksi dan distribusi.

Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun akan dipengaruhi oleh stabilitas harga pangan, inflasi yang terkendali, serta percepatan realisasi belanja negara. Kenaikan THR ASN yang mencapai lebih dari 10 persen dinilai berpotensi meningkatkan konsumsi ritel, sektor transportasi, hingga pariwisata domestik.

Baca Juga :  Kuota Pupuk Subsidi di NTB 2024 Berkurang, Ini Kata Pupuk Indonesia

Dengan target 5,5–5,6 persen di kuartal pertama, pemerintah menunjukkan optimisme terhadap daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih fluktuatif. Airlangga menegaskan, koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat untuk memastikan stimulus berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal, penguatan konsumsi, serta peran sektor swasta dapat menjaga tren pertumbuhan tetap berada di jalur positif sepanjang tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *