Lombok Timur, Jurnalekbis.com- Seorang anak berusia 11 tahun di Kabupaten Lombok Timur menjadi korban gigitan anjing liar saat bermain bersama teman-temannya di Dusun Batu Son, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Senin (20/4/2026). Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Lepak.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Korban bernama M. Muzawir Hawari, siswa kelas 4 SD, saat itu tengah bermain bola di halaman dekat rumahnya bersama teman sebaya. Situasi berubah ketika mereka melihat segerombolan anjing liar mengejar ayam milik warga.
Anak-anak tersebut berusaha menghalau anjing-anjing itu. Namun, bukannya menjauh, hewan liar tersebut justru berbalik menyerang. Korban yang berada di posisi paling belakang akhirnya diserang oleh sekitar tiga ekor anjing.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan di bagian kaki, paha, tangan, hingga punggung. Ia kemudian ditolong oleh saksi di lokasi sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan.
“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Lepak sekitar pukul 11.00 Wita untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rumaladi, dalam keterangannya.
Menurutnya, petugas medis telah memberikan vaksinasi dan antibiotik guna mencegah infeksi, meskipun hasil pemeriksaan lanjutan masih dalam proses. Saat ini, kondisi korban dilaporkan mulai berangsur membaik.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Pada sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita, Kapolsek Sakra IPTU I Nyoman Astika bersama anggota dan Bhabinkamtibmas setempat mendatangi lokasi kejadian sekaligus mengecek kondisi korban di puskesmas.
Sejumlah langkah telah dilakukan aparat kepolisian, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.
“Dari hasil pengecekan, kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai sekitar pukul 16.40 Wita,” kata Rumaladi.
Berdasarkan keterangan awal, anjing-anjing liar tersebut diduga dalam kondisi lapar. Sebelum menyerang korban, hewan-hewan itu diketahui lebih dulu mengejar ayam milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius terkait keberadaan anjing liar di lingkungan permukiman warga. Aparat kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keselamatan anak-anak.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua, agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka mendekati atau mengganggu anjing liar,” ujar IPTU Lalu Rumaladi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang jika berhadapan dengan anjing liar. Warga diminta tidak berlari atau berteriak, melainkan mundur perlahan tanpa menatap langsung ke arah hewan tersebut.
Selain itu, warga juga diminta tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau kepolisian jika menemukan anjing liar yang bersikap agresif.
Polres Lombok Timur bersama instansi terkait dan lintas sektor disebut akan melakukan koordinasi guna mengambil langkah penertiban terhadap hewan liar demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Upaya ini penting untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap Puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur, dengan kondisi yang dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.














