Bisnis

Stok Beras NTB Melimpah, Bulog Kirim 6.073 Ton ke Bali dan NTT

×

Stok Beras NTB Melimpah, Bulog Kirim 6.073 Ton ke Bali dan NTT

Sebarkan artikel ini
Stok Beras NTB Melimpah, Bulog Kirim 6.073 Ton ke Bali dan NTT

Mataram, Jurnalekbis.com – Pimpinan Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Mara Kamin Siregar, memastikan stok beras dan jagung di gudang Bulog NTB dalam kondisi melimpah. Untuk menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan produksi saat panen raya, Bulog NTB menjalankan strategi mobilisasi nasional (movenas) dengan mengirim ribuan ton beras ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah distribusi antarwilayah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas stok dan harga, baik di daerah pengirim maupun wilayah tujuan. Hingga awal Maret 2026, realisasi movenas beras dari NTB tercatat mencapai 6.073 ribu ton.

“Dengan stok yang cukup melimpah, kami mengatur strategi distribusi melalui movenas ke wilayah yang membutuhkan, yaitu Bali dan NTT. Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mara Kamin Siregar, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga :  Bulog NTB Pagu Tahap Pertama Sudah Tuntas 100 Persen Disalurkan

Berdasarkan data per 3 Maret 2026, sepanjang 2025 realisasi movenas untuk komoditas beras mencapai 30.303 ribu ton, sementara jagung menembus 23.596 ribu ton. Adapun pada 2026 hingga pekan pertama Maret, pengiriman beras telah mencapai 6.073 ribu ton.

Bali dan NTT menjadi dua wilayah utama tujuan distribusi. Keduanya selama ini kerap bergantung pada suplai dari NTB yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Distribusi ini dinilai strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu ketersediaan stok di NTB.

Regar—sapaan akrabnya—menjelaskan, kebijakan movenas juga berkaitan erat dengan kesiapan menghadapi musim panen raya. Pada periode tersebut, volume gabah dan beras di tingkat petani biasanya meningkat signifikan. Tanpa pengaturan distribusi yang terukur, kapasitas gudang berpotensi penuh sehingga menghambat penyerapan hasil panen.

“Kami ingin memastikan penyerapan hasil panen petani di NTB tetap optimal. Karena itu, distribusi keluar daerah menjadi salah satu solusi agar stok di gudang tetap terkendali dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Kerugian Akibat Penipuan Meroket, IASC OJK Bergerak Cepat Blokir Miliaran Rupiah

Menurutnya, strategi ini bukan sekadar memindahkan stok, tetapi juga menjaga keseimbangan pasar. Ketika stok di satu wilayah berlebih sementara daerah lain mengalami kekurangan, distribusi antarwilayah menjadi instrumen penting untuk meredam potensi gejolak harga.

Bulog NTB menegaskan bahwa stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen menjadi perhatian utama. Penyerapan gabah yang optimal diharapkan dapat menjaga harga di tingkat petani tetap wajar, sementara pasokan yang cukup di daerah tujuan membantu menekan risiko lonjakan harga di tingkat konsumen.

Selain itu, koordinasi dengan kantor pusat dan wilayah penerima terus diperkuat guna memastikan pengiriman berjalan sesuai kebutuhan dan jadwal. Proses distribusi dilakukan secara terencana agar tidak mengganggu cadangan beras pemerintah di daerah.

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Stok LPG 3kg Ke Pulau Sumbawa

“Koordinasi intensif terus kami lakukan agar pengiriman tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Dengan strategi ini, kami optimistis ketahanan pangan regional tetap terjaga,” katanya.

Di tengah dinamika permintaan antarwilayah dan potensi peningkatan produksi saat panen, kebijakan movenas menjadi instrumen pengendali pasokan yang krusial. Bulog NTB memastikan ruang penyimpanan tetap tersedia untuk menyerap hasil petani, sekaligus menjaga distribusi pangan tetap lancar.

Dengan stok yang disebut melimpah dan distribusi yang terukur, NTB kembali memainkan peran strategisnya sebagai penopang pasokan pangan kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *