Dekopinwil NTB Resmi Dilantik, Fokus Bangun Tata Kelola dan Rebranding Koperasi

Dekopinwil NTB Resmi Dilantik, Fokus Bangun Tata Kelola dan Rebranding Koperasi

MAataram, Jurnalekbis.com– Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula Bank NTB Syariah, Mataram. Pelantikan tersebut menjadi titik awal penguatan gerakan koperasi di NTB dengan fokus pada pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun citra baru koperasi agar lebih diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan diawali dengan forum bincang bisnis, dilanjutkan prosesi pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Agenda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang akan ditutup dengan kegiatan jalan sehat pada 25 Juli mendatang.

Ketua Harian Dekopin, Priskhianto, mengatakan pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat solidaritas antargerakan koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi saat ini.

“Ini menjadi ruang silaturahmi bagi para pegiat koperasi untuk membangun kebersamaan, memperkuat sinergi, sekaligus menyusun langkah pengembangan koperasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sinergi PLN dan Kejaksaan Tinggi NTB, Proyek Strategis Nasional Dikawal Ketat

Menurut Priskhianto, koperasi harus berjalan selaras dengan program pemerintah pusat maupun daerah. Sosialisasi regulasi, pembinaan, serta pengawasan menjadi aspek penting agar gerakan koperasi memiliki kepastian hukum dan mampu memberikan rasa aman kepada seluruh anggotanya.

Ia juga menegaskan perlunya evaluasi terhadap setiap program koperasi di daerah agar manfaat, efektivitas pendanaan, maupun berbagai kendala dapat diukur secara objektif.

Dalam kesempatan itu, Priskhianto menyoroti perhatian pemerintah terhadap sektor koperasi yang semakin besar. Salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diharapkan menjadi penyalur barang subsidi pemerintah, off-taker hasil produksi masyarakat, hingga saluran distribusi bantuan sosial.

Menurutnya, keberadaan KDMP membuka peluang baru bagi koperasi untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mendukung cita-cita pemerintah mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, ekonomi biru, hingga penguatan ekonomi desa.

“Koperasi adalah bentuk badan usaha yang paling tepat untuk memberdayakan masyarakat. Karena itu, kita harus mempersiapkan SDM yang profesional agar mampu mengelola koperasi secara modern dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Dongkrak Pariwisata, PLN Bantu Sepeda Listrik untuk Desa Nominasi Best Tourism Village UNWTO Tahun 2021

Sementara itu, Ketua Dekopinwil NTB, Anis Mudjahid Akbar, menegaskan kepengurusan baru langsung menetapkan dua prioritas utama, yakni memperbaiki tata kelola organisasi dan melakukan rebranding koperasi.

Ia menyebut pesan tersebut menjadi arahan penting dari Gubernur NTB agar koperasi mampu menghapus stigma lama yang selama ini melekat di tengah masyarakat.

“Tata kelola menjadi fokus utama. Setelah itu baru kita perkuat jaringan dan melakukan rebranding agar citra koperasi kembali dipercaya masyarakat,” ujar Anis.

Menurutnya, pengurus baru juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra strategis. Salah satunya bersama Perum Bulog untuk memperluas jaringan ritel produk pangan, meningkatkan penyerapan jagung petani, serta memanfaatkan gudang-gudang koperasi yang belum produktif sebagai bagian dari kerja sama logistik.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Bank NTB Syariah diarahkan untuk memperkuat akses pembiayaan sehingga ekosistem koperasi dapat tumbuh dari sektor produksi, distribusi hingga pemasaran.

Baca Juga :  Pertumbuhan Nilai Tukar Petani di NTB: Lebih dari 100%

Anis optimistis momentum pelantikan menjadi awal kebangkitan koperasi di NTB. Tantangan regenerasi pengurus dan rendahnya minat generasi muda diakui masih menjadi pekerjaan rumah, namun ia yakin dapat diatasi melalui program literasi, pendidikan, sertifikasi, dan penguatan jaringan usaha.

“Kami ingin koperasi kembali menjadi pilihan masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, SDM yang berkualitas, dan kolaborasi yang kuat, koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *