Mataram, Jurnalekbis.com– Suasana bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat untuk tetap berbuat bagi lingkungan. Di tengah ibadah puasa, puluhan personel turun langsung membersihkan kawasan pesisir Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (10/3/2026).
Aksi bersih pantai tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola. Bersama para anggota, ia menyisir kawasan pesisir untuk mengumpulkan sampah plastik, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus laut ke bibir pantai.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh personel Ditpolairud Polda NTB setiap hari Selasa dan Jumat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus mendukung kelestarian ekosistem laut di wilayah NTB.
Pantai Loang Baloq dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat sore hari menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Tingginya aktivitas pengunjung membuat kawasan ini kerap dipenuhi sampah jika tidak dikelola dengan baik.
Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola mengatakan bahwa kegiatan bersih pantai bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan.
“Kegiatan bersih pantai ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir. Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semangat personel untuk tetap berbuat kebaikan dan menjaga kebersihan lingkungan tetap tinggi,” ujar Boyke di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada warga agar ikut menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Menurut Boyke, wilayah NTB memiliki potensi laut dan pantai yang sangat besar, baik dari sisi pariwisata maupun ekosistem perikanan. Jika tidak dijaga dengan baik, pencemaran sampah dapat merusak lingkungan laut serta mengganggu kehidupan biota.
“Pantai adalah aset bersama. Kalau tidak kita jaga, dampaknya akan kembali ke masyarakat juga, mulai dari rusaknya ekosistem laut hingga berkurangnya daya tarik wisata,” katanya.
Selain memungut sampah di sepanjang garis pantai, personel juga melakukan edukasi singkat kepada warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi. Mereka diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari laut.
Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi terlihat ikut membantu kegiatan tersebut. Kehadiran aparat kepolisian yang turun langsung membersihkan pantai dinilai memberikan contoh positif bagi masyarakat.
Kegiatan bersih pantai ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung terhadap lingkungan.
Dengan menjaga kebersihan kawasan pesisir secara rutin, Ditpolairud Polda NTB berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan laut dapat terus meningkat.
Di tengah suasana Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan memperbanyak amal kebaikan, aksi sederhana seperti membersihkan pantai diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk ikut berkontribusi menjaga alam.
Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, kawasan pesisir di NTB diharapkan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.














