Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Padang Savana Bukit Sempana, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghanguskan ratusan hektar lahan. Hingga Kamis, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 282 hektar.
Api membakar hamparan savana yang membentang dari punggungan bagian utara hingga lereng selatan bukit. Besarnya area yang terdampak membuat tim gabungan harus bekerja selama dua hari satu malam untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan lain.
Tim gabungan yang terdiri dari Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II NTB, Tim RTH Sambelia, TNI, Polri, serta Tim Manggala Agni Wilayah III Mataram diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pencegahan perluasan kebakaran.
Pengelola wisata Bukit Sempana, Sifawarman, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara intensif sejak kebakaran pertama kali terdeteksi. Menurutnya, seluruh unsur yang terlibat bekerja tanpa henti untuk memastikan api tidak merambat ke area lain yang berpotensi terdampak.
“Baik dari pengelola maupun tim gabungan, dari Polhut, TNI, kepolisian, termasuk tim pemadam, alhamdulillah sudah bekerja selama dua hari satu malam untuk pemadaman api,” ujar Sifawarman.
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi api di lokasi utama kebakaran sudah berhasil dikendalikan. Meski demikian, proses pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat kondisi cuaca dan vegetasi yang masih kering.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa kita harapkan begitu. Untuk sementara apinya sudah mati semua dan tidak merembet ke tempat lain,” katanya.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan kawasan savana utama, tetapi juga menjalar ke sejumlah area yang berada di sekitar jalur wisata. Beberapa titik di sekitar destinasi yang dikelola masyarakat setempat dilaporkan ikut terdampak sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.
Sifawarman mengungkapkan pihak pengelola masih menunggu laporan lengkap dari tim pemadam yang berada di lapangan terkait kondisi terkini pasca-pemadaman.
“Kita belum tahu perkembangan secara menyeluruh seperti apa karena sampai saat ini saya belum bertemu langsung dengan tim pemadam yang sudah turun dari lokasi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan pengunjung, pengelola bersama pihak terkait memutuskan menutup sementara aktivitas pendakian menuju Bukit Sempana selama dua pekan ke depan. Kebijakan tersebut diberlakukan hingga kondisi kawasan benar-benar aman dan tidak ditemukan potensi kebakaran susulan.
Penutupan jalur pendakian juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada petugas melakukan evaluasi dampak kebakaran, pemulihan kawasan, serta memastikan keamanan jalur wisata yang sebelumnya dilalui pendaki.
Karhutla yang terjadi di kawasan savana Sembalun kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran pada musim kemarau. Vegetasi kering, angin kencang, dan medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan utama dalam proses penanganan kebakaran di kawasan perbukitan.
Pihak terkait mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di kawasan hutan dan savana.














