
Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Warga Dusun Bilatepung, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dikejutkan oleh fenomena alam tak biasa yang muncul dari dalam rumah salah satu warga. Lantai rumah milik Iswadi tiba-tiba terasa panas, bahkan setelah digali, muncul asap dan air mendidih dari dalam tanah.
Peristiwa tersebut pertama kali dirasakan langsung oleh Iswadi saat berada di dalam rumahnya. Ia mengaku curiga ketika merasakan suhu panas yang tidak wajar pada bagian ubin lantai. Rasa panas itu tidak seperti biasanya, sehingga mendorongnya untuk mencari tahu sumbernya.
Karena penasaran, Iswadi kemudian menggali lantai rumahnya hingga kedalaman sekitar satu meter. Dari lubang tersebut, muncul asap yang cukup jelas terlihat. Tak hanya itu, air yang berada di dalam lubang galian juga tampak mendidih, memunculkan gelembung-gelembung panas yang tidak biasa.
Kejadian ini dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga Dusun Bilatepung pun berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung fenomena langka tersebut. Beberapa di antaranya mengaku khawatir, mengingat kejadian itu berpotensi membahayakan.
Kepala Desa Beleka, Islahudin, S.IP, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga. Ia turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi serta mengantisipasi kemungkinan risiko yang lebih besar.
“Kami langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ini memang fenomena yang tidak biasa, sehingga perlu penanganan cepat dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Islahudin saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pemerintah desa tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan warga. Oleh karena itu, laporan segera diteruskan ke instansi terkait untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Tak berselang lama, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat bersama aparat dari Kepolisian Sektor Gerung tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab munculnya panas dari dalam tanah tersebut.
Petugas melakukan pengamatan terhadap kondisi lubang galian, suhu tanah, serta potensi adanya gas atau aktivitas geologi tertentu. Namun hingga saat ini, penyebab pasti dari fenomena tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Islahudin menegaskan, pihak desa telah mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekat terlalu dekat ke lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama jika terdapat potensi bahaya dari dalam tanah.
“Kami minta warga tidak berkerumun terlalu dekat. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama sambil menunggu hasil kajian dari pihak berwenang,” tegasnya.
Fenomena tanah panas disertai asap dan air mendidih ini tergolong jarang terjadi di wilayah permukiman warga. Sejumlah pihak menduga kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan aktivitas geotermal atau pergerakan gas dari dalam tanah, namun hal ini masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.
Hingga kini, lokasi kejadian masih menjadi perhatian aparat dan masyarakat. Pemerintah desa bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Perkembangan hasil investigasi dari BPBD dan pihak terkait pun masih ditunggu untuk mengungkap secara pasti penyebab munculnya fenomena alam tersebut.














