NewsNusantara

Lisa Pratiwi Dievakuasi Tengah Malam, Jasad Terjepit Batu

×

Lisa Pratiwi Dievakuasi Tengah Malam, Jasad Terjepit Batu

Sebarkan artikel ini
Lisa Pratiwi Dievakuasi Tengah Malam, Jasad Terjepit Batu

Lombok Barat , Jurnalekbis.com – Upaya evakuasi Lisa Pratiwi (25), warga Ampenan Otak Desa, Kota Mataram, yang hilang setelah terseret arus di kawasan Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan harus berjibaku selama hampir sembilan jam untuk mengangkat jasad korban yang terjepit batu besar di aliran sungai.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu (8/4/2026) pukul 00.15 Wita setelah petugas mendatangkan alat berat berupa ekskavator. Jenazah Lisa kemudian langsung dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram untuk menjalani penanganan lebih lanjut dan proses autopsi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil mengatakan, posisi korban sebenarnya telah ditemukan sejak Selasa (5/4) sore sekitar pukul 17.39 Wita. Namun, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan lantaran tubuh korban terhimpit batu berukuran cukup besar di dasar aliran sungai.

Baca Juga :  Pertamina dan TCC Nipah Raih Penghargaan Kalpataru 2024 Atas Upaya Konservasi Penyu yang Gemilang

“Pada pukul 17.39 kemarin korban sudah ditemukan. Namun karena kondisi korban terhimpit batu yang cukup besar, tim membutuhkan waktu lama untuk melakukan evakuasi,” kata Bustanil, Senin.

Menurut dia, derasnya arus sungai dan posisi batu yang sulit dijangkau membuat petugas tidak bisa mengevakuasi korban hanya dengan peralatan manual. Tim SAR gabungan kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendatangkan satu unit ekskavator ke lokasi.

“Sampai dengan pukul 00.15 tadi malam, setelah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan menggunakan alat berat berupa satu ekskavator, korban akhirnya berhasil ditarik keluar dari himpitan batu,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad Lisa langsung diserahkan kepada tim medis yang telah bersiaga di lokasi. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Mataram.

Baca Juga :  Banjir Tak Surut Lebih dari Sebulan, Warga Jerowaru Hidup di Atas Genangan

Peristiwa tragis itu bermula saat Lisa dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai di kawasan wisata Air Terjun Tibu Ijo pada Minggu siang. Saat itu debit air sungai di sekitar lokasi diduga meningkat akibat cuaca mendung dan aliran air yang deras.

Tim SAR Mataram menerima laporan hilangnya korban tidak lama setelah kejadian. Sejak itu, pencarian langsung dilakukan dengan menyisir aliran sungai, bebatuan, hingga area di sekitar air terjun.

Namun pencarian sempat terkendala medan yang cukup berat. Selain aliran sungai yang deras, lokasi korban berada di celah sempit di antara batu-batu besar. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar proses evakuasi tidak membahayakan tim di lapangan.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan puluhan personel gabungan. Unsur yang terlibat terdiri atas Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polresta Mataram, Koramil Gunung Sari, BPBD Lombok Barat, Polsek Gunung Sari, Camat Gunung Sari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tim medis Rumah Sakit Bhayangkara, perangkat desa, relawan, serta warga setempat.

Baca Juga :  Bersinergi, Polda NTB-PLN NTB Perkuat Pengamanan Aset Kelistrikan

Bustanil menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama lintas instansi di lapangan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Proses evakuasi berlangsung cukup berat dan membutuhkan koordinasi yang baik di lapangan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai dan air terjun, terutama ketika cuaca mendung atau hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berada di area aliran sungai. Jika cuaca mulai mendung atau debit air meningkat, sebaiknya segera menjauh dari lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bustanil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *