BisnisEkonomi

STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG Nasional, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman

×

STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG Nasional, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG Nasional, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman

Surabaya, Jurnalekbis.com – Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional dengan memastikan distribusi LPG berjalan andal dan merata. Salah satu tulang punggungnya adalah fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Situbondo, Jawa Timur, yang berperan penting dalam menjaga suplai LPG ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan infrastruktur distribusi energi, mulai dari armada kapal laut, fasilitas skid tank untuk distribusi darat, hingga pengawasan ketat di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dan pangkalan resmi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan stok LPG tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa STS Kalbut memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi LPG nasional. Fasilitas ini menjadi titik bongkar muat dari kapal induk ke kapal yang lebih kecil sebelum disalurkan ke berbagai daerah.

Baca Juga :  Lalu Hadrian Dorong Agrowisata untuk Kembangkan Dua Sektor Unggulan

“Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan hingga Sulawesi,” ujar Ahad dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

STS Kalbut yang telah beroperasi sejak 1995 ini berada di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, dengan luas area mencapai 3,92 kilometer persegi. Fasilitas ini merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi dan menjadi pusat layanan transfer LPG terbesar di kawasan tersebut.

Untuk wilayah Jatimbalinus, distribusi LPG dari STS Kalbut menjangkau sejumlah terminal utama, seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, hingga Bima. Kapasitas distribusinya pun bervariasi, dengan kapal pengangkut memiliki muatan mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton.

Baca Juga :  Kolaborasi InJourney dan ITDC Berfokus Pada Pengembangan Hospitality

Dalam beberapa hari terakhir, suplai LPG melalui STS Kalbut mengalami peningkatan. Pada 8 April 2026, sebuah kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton telah sandar dan mulai didistribusikan ke sejumlah terminal di Jawa Timur.

Distribusi tersebut antara lain menuju Gresik dengan estimasi kedatangan pada 12 April membawa 10.000 metrik ton LPG. Selain itu, Gresik juga mendapat tambahan suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton yang telah tiba dan dijadwalkan bongkar pada 11 April.

Sementara itu, pasokan untuk Surabaya sudah tiba pada 10 April dengan muatan 8.000 metrik ton dan saat ini dalam proses bongkar. Adapun Banyuwangi dijadwalkan menerima pasokan sebesar 2.500 metrik ton dengan estimasi kedatangan pada 11 April.

Baca Juga :  Operasi Pasar Stabiliasi Harag Di Serbu Warga Lombok Utara

Ahad menegaskan, keberadaan STS Kalbut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas distribusi LPG nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia. Dengan sistem distribusi terintegrasi, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.

“Melalui STS Kalbut, kami berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar berjalan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami hadir untuk melayani kebutuhan energi Indonesia,” katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center 135 jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan energi. Upaya ini menjadi bagian dari transparansi dan peningkatan pelayanan kepada publik di tengah dinamika kebutuhan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *