Hukrim

Ricuh Saat Konser di Kafe Monjok Timur, Polisi Hentikan Acara dan Bubarkan Penonton

×

Ricuh Saat Konser di Kafe Monjok Timur, Polisi Hentikan Acara dan Bubarkan Penonton

Sebarkan artikel ini
Ricuh Saat Konser di Kafe Monjok Timur, Polisi Hentikan Acara dan Bubarkan Penonton

Mataram, Jurnalekbis.com– Kericuhan pecah di tengah acara konser musik di sebuah kafe di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Insiden yang dipicu cekcok antar penonton itu membuat aparat kepolisian turun tangan dan menghentikan jalannya konser demi mencegah situasi semakin memanas.

Jajaran Polsek Selaparang bergerak cepat melakukan pengamanan begitu menerima laporan adanya keributan di lokasi. Polisi yang tiba di tempat kejadian langsung berupaya melerai pihak-pihak yang terlibat sekaligus mengendalikan situasi di sekitar area kafe yang mulai dipadati pengunjung.

Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan kericuhan bermula dari kesalahpahaman antar penonton yang terjadi di area luar kafe. Meski awalnya hanya adu mulut, situasi dengan cepat berkembang dan berpotensi memicu konflik yang lebih besar.

Baca Juga :  Keluarga Brigpol Esco Geruduk Polda NTB, Desak Kasus Segera Diungkap

“Awalnya acara berjalan lancar dan kondusif. Namun kemudian terjadi cekcok antar penonton di luar kafe yang dipicu kesalahpahaman,” ujar Zulharman saat dikonfirmasi.

Menurutnya, langkah cepat harus diambil untuk mencegah eskalasi keributan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama mengingat jumlah penonton yang cukup banyak saat konser berlangsung.

Polisi kemudian memutuskan untuk menghentikan jalannya konser dan membubarkan kerumunan penonton secara bertahap. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif agar situasi tidak berkembang menjadi kerusuhan yang lebih luas.

“Kami terpaksa menghentikan operasional konser di kafe tersebut guna mencegah hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” tegasnya.

Pembubaran dilakukan dengan pendekatan persuasif. Aparat memberikan imbauan kepada pengunjung untuk meninggalkan lokasi secara tertib. Sementara itu, sejumlah personel disiagakan di sekitar area guna memastikan tidak ada aksi lanjutan dari pihak-pihak yang sebelumnya terlibat cekcok.

Baca Juga :  Pelaku Pelecehan di Jalan Raya Lombok Utara Diciduk Polisi

Dari pantauan di lapangan, situasi berangsur kondusif setelah aparat kepolisian mengambil alih pengamanan. Tidak terlihat adanya kerusakan besar maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun demikian, polisi tetap melakukan pendataan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam keributan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, terutama terkait pengawasan kegiatan hiburan malam yang melibatkan kerumunan massa. Zulharman menegaskan pentingnya kerja sama antara penyelenggara acara dan aparat keamanan untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai aturan dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dapat menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, khususnya di ruang publik yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga :  Curi HP Di Gelanggang Futsal, AM Diciduk Polisi

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi. Jika ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik,” katanya.

Ke depan, Polsek Selaparang akan meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama pada kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian, guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi konflik dapat muncul kapan saja, bahkan dalam kegiatan hiburan. Peran semua pihak, baik aparat, penyelenggara, maupun masyarakat, dinilai krusial untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *