NewsNusantara

Wisata Air Terjun Berujung Duka, Pemuda Santong Ditemukan Tewas di Tiu Bombong

×

Wisata Air Terjun Berujung Duka, Pemuda Santong Ditemukan Tewas di Tiu Bombong

Sebarkan artikel ini
Wisata Air Terjun Berujung Duka, Pemuda Santong Ditemukan Tewas di Tiu Bombong

Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Tim SAR Gabungan menemukan Rozi Herliawan (25), warga Dusun Sepakok, Desa Santong, dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang di Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Selasa (21/4/2026) pagi. Korban ditemukan mengambang tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang, mengakhiri operasi pencarian hari kedua.

Proses pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan penyisiran aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Hanya berselang sekitar 30 menit, warga setempat lebih dahulu menemukan tubuh korban pada pukul 06.30 WITA dalam posisi mengambang di aliran air.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, menyatakan setelah penemuan tersebut, tim langsung melakukan prosedur evakuasi sesuai standar.

Baca Juga :  Eco Shell Marathon 2022, Wahana Ilmu Pengetahuan

“Usai penemuan, Tim SAR segera melakukan proses pengamanan dan packing jenazah yang didahului proses identifikasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Medan ekstrem di sekitar lokasi air terjun menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Area yang curam dan licin membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati, sehingga persiapan evakuasi memakan waktu hingga sekitar pukul 09.00 WITA.

Setelah proses persiapan selesai, jenazah korban kemudian dibawa melalui jalur darat menuju titik penjemputan ambulans. Perjalanan evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi jalur yang terjal dan memakan waktu sekitar 50 menit.

Tim akhirnya berhasil mencapai titik evakuasi pada pukul 09.50 WITA. Selanjutnya, korban langsung dibawa menggunakan ambulans desa menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Wuling Alvez CE MT: SUV Compact Stylish dan Canggih untuk Generasi Muda

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” kata Gusti.

Peristiwa tragis ini bermula sehari sebelumnya, Senin (20/4), saat korban tengah mandi bersama dua rekannya di kawasan air terjun tersebut. Namun, cuaca yang tiba-tiba memburuk menyebabkan debit air meningkat secara drastis.

Kondisi itu memicu arus deras yang tidak terduga, hingga akhirnya menyeret korban. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Rozi hilang terbawa arus dan memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, aparat kepolisian dari Polsek Kayangan, personel TNI, relawan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga :  Lapas Bukan Tempat Diam, Kini Jadi Ruang Produktif!

Sinergi lintas instansi dan dukungan warga menjadi kunci dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Setelah korban diserahkan kepada keluarga, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan potensi bahaya di lokasi wisata alam, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Peningkatan debit air secara tiba-tiba di kawasan air terjun kerap terjadi dan berisiko tinggi bagi pengunjung.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu waspada serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di kawasan wisata alam, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *