Jakarta, Jurnalekbis.com — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melaporkan program Magang Nasional batch pertama telah rampung dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 14.000 orang. Para peserta kini diarahkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi secara gratis guna meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan resmi menuntaskan tahap awal pelaksanaannya. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut, hasil dari program ini tidak hanya sebatas pengalaman kerja, tetapi juga peluang mendapatkan sertifikasi resmi yang diakui negara.
“Saya sampaikan bahwa sekarang peserta magang hasilnya adalah sertifikasi yang secara gratis kita berikan. Sertifikasi itu ada di balai-balai Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Yassierli.
Ia menegaskan, para peserta magang batch pertama saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti uji kompetensi guna memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini dinilai penting sebagai bukti kompetensi yang dapat meningkatkan peluang kerja di berbagai sektor industri.
Selain program magang, pemerintah juga tengah menjalankan pelatihan vokasi nasional sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas tenaga kerja. Pada batch pertama, pelatihan ini diikuti oleh sekitar 10.500 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
“Pelatihan vokasi ini kita jalankan untuk lulusan perguruan tinggi, juga untuk lulusan SMA dan SMK. Ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja kita,” jelasnya.
Menurut Yassierli, pelatihan vokasi dirancang berbasis kebutuhan industri dengan memanfaatkan jaringan balai latihan kerja yang tersebar di berbagai daerah. Program ini juga dilengkapi dengan sejumlah skema pelatihan yang disesuaikan dengan potensi wilayah dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan program vokasi dan sertifikasi ini menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Ini akan menjadi salah satu program prioritas kita di tahun 2026,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga menyinggung persiapan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah regulasi yang akan diumumkan langsung oleh Presiden dalam waktu dekat.
“Terkait beberapa regulasi, nanti Pak Presiden yang akan mengumumkan,” katanya.
Ia juga merespons isu keterlibatan aktivis buruh dalam pemerintahan. Menurutnya, organisasi buruh memiliki mekanisme dan struktur sendiri yang tetap berjalan independen, meskipun ada perwakilan yang masuk dalam lingkaran pemerintahan.
“Teman-teman buruh sudah punya mekanisme dan keorganisasian sendiri. Kalau sudah menjadi menteri, tentu perannya akan berbeda,” ujarnya.
Pemerintah berharap, kombinasi antara program magang, pelatihan vokasi, dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Data Singkat:
- Magang Nasional Batch 1: ±14.000 peserta
- Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1: 10.500 peserta
- Sertifikasi: Gratis melalui balai Kemenaker, target sertifikat BNSP
- Prioritas: Program vokasi dan sertifikasi tahun 2026














