Lombok Timur, Jurnalekbis.com — Kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Senin malam (27/4). Sedikitnya 165 kios milik pedagang hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp5 miliar.
Api dilaporkan pertama kali muncul menjelang malam dan dengan cepat membesar. Kobaran api sulit dikendalikan karena banyaknya material mudah terbakar di dalam pasar, terutama pakaian konveksi, sembako, hingga rempah-rempah. Tiupan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke area tengah pasar.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku melakukan pemadaman. Namun sempitnya akses jalan dan padatnya bangunan kios membuat proses penanganan berlangsung sulit dan memakan waktu cukup lama.
Asap tebal yang menyelimuti area pasar juga berdampak terhadap petugas di lapangan. Seorang anggota pemadam kebakaran dilaporkan mengalami sesak napas akibat terlalu lama terpapar asap dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurahman, mengatakan peristiwa kebakaran ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya terkait tata kelola pasar tradisional.
“Ini tentunya menjadi catatan. Idealnya pasar itu harus memiliki jalur akses yang memadai untuk memudahkan distribusi dan penanganan darurat,” ujar Hadi, Selasa (28/4).
Menurutnya, kondisi pasar yang padat dan minim akses menjadi salah satu kendala utama saat proses pemadaman berlangsung.
Pemerintah daerah, kata Hadi, juga membuka kemungkinan untuk melakukan penataan ulang maupun revitalisasi pasar guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pedagang.
“Apabila ada penataan kembali atau revitalisasi, tentu semuanya akan diperbaiki, termasuk akses dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian besar kios yang terbakar merupakan lapak sembako dan konveksi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
“Sebagian besar memang sembako dan konveksi. Ada juga rempah-rempah seperti cabai dan lainnya,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, meski belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tim investigasi.
Petugas gabungan dari pemadam kebakaran bersama aparat terkait membutuhkan waktu beberapa jam untuk menjinakkan kobaran api sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi miliaran rupiah, tetapi juga memukul para pedagang yang kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan mereka dalam sekejap.














