Haji

2 Calon Haji Embarkasi Lombok Gagal Berangkat, Satu Positif TBC

×

2 Calon Haji Embarkasi Lombok Gagal Berangkat, Satu Positif TBC

Sebarkan artikel ini
2 Calon Haji Embarkasi Lombok Gagal Berangkat, Satu Positif TBC
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, Herman Nugraha

Mataram, Jurnalekbis.com — Dua jemaah calon haji asal Embarkasi Lombok dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Keduanya dinyatakan tidak layak terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram.

Satu calon haji batal diberangkatkan karena masih positif Tuberkulosis (TBC) aktif, sementara satu lainnya mengalami patah tulang yang membuat kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk menjalani perjalanan panjang menuju Arab Saudi.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah dan mencegah risiko penularan penyakit selama proses ibadah haji.

“Yang dua sudah batal. Satu karena patah tulang, satu lagi karena TBC positif,” ujar Herman saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Baca Juga :  BKK Mataram Sita Makanan Calon Jemaah Haji, Ini Daftar yang Dilarang Dibawa

Menurut Herman, jemaah dengan TBC aktif tidak diizinkan terbang karena berpotensi menularkan penyakit kepada jemaah lain selama penerbangan maupun saat berada di Tanah Suci.

“Kalau dia masih DTA positif memang tidak diperbolehkan berangkat. Risiko penularannya sangat cepat,” katanya.

Data BKK Mataram mencatat, dari total ribuan jemaah calon haji yang telah diberangkatkan hingga Kloter 13, terdapat 20 jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya akibat kondisi kesehatan. Namun sebagian besar masih berpeluang berangkat pada kloter berikutnya setelah kondisi mereka membaik.

Herman menjelaskan, dari jumlah tersebut, delapan jemaah sudah berhasil diberangkatkan untuk mengisi kursi kosong atau open seat pada penerbangan sebelumnya. Sementara tujuh lainnya kini menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Baca Juga :  Pertamina Siapkan 2.795 KL Avtur untuk 30 Kloter Haji Lombok 2026, Pasokan Dipastikan Aman

“Yang masih dalam perawatan tinggal satu orang. Sisanya menunggu kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang,” jelasnya.

Ia mengatakan proses pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat sejak jemaah tiba di Asrama Haji. Setiap calon haji diperiksa di ruang pemeriksaan awal. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan serius, jemaah langsung diarahkan ke ruang poli untuk observasi lanjutan.

Apabila kondisi memerlukan penanganan lebih intensif, jemaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis sebelum diputuskan layak atau tidak diberangkatkan.

“Kalau membutuhkan observasi lanjutan, kita rujuk ke rumah sakit. Nanti hasil dokter spesialis menjadi dasar apakah jemaah bisa diterbangkan atau harus ditunda,” ujarnya.

BKK Mataram juga masih memantau kondisi jemaah pada Kloter 14 yang hingga kini masih dalam proses pemeriksaan kesehatan. Herman menyebut hasil akhir baru bisa diketahui beberapa jam sebelum penerbangan dilakukan.

Baca Juga :  Jemaah Haji RI Masih Pakai Celana Dalam Saat Ihram, Petugas Arab Saudi Turun Tangan

Pihaknya berharap jemaah yang saat ini masih menjalani pemantauan dapat segera pulih sehingga tetap bisa berangkat pada kloter terakhir.

Selain TBC, beberapa kondisi kesehatan yang paling sering menyebabkan calon haji tertunda keberangkatannya antara lain anemia atau hemoglobin rendah, gangguan jantung, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

“Kami berharap semuanya bisa segera pulih dan tetap diberangkatkan. Prinsipnya keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas,” tutup Herman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *