HajiInternasional

Jelang Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

×

Jelang Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Jelang Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Makkah, Jurnalekbis.com — Suhu ekstrem yang mencapai 44 derajat Celcius di Kota Makkah dan Madinah menjadi perhatian serius menjelang fase puncak ibadah haji 2026. Pemerintah melalui Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, meminta seluruh jemaah Indonesia mengurangi aktivitas yang tidak mendesak demi menjaga kondisi fisik.

Imbauan itu disampaikan menyusul meningkatnya risiko kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan di tengah cuaca panas Arab Saudi. Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, tercatat 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat, sementara jumlah jemaah wafat bertambah menjadi 23 orang.

“Puncak haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik, ketenangan mental, dan kemampuan mengatur aktivitas,” kata Ichsan dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Diplomasi Israel di Titik Nadir: 'Tsunami' Kecaman Global

Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri melakukan kegiatan di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu berada di titik tertinggi. Menurutnya, kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini dapat dengan cepat memicu kelelahan bagi jemaah, khususnya lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Kementerian juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan cairan tubuh selama menjalankan ibadah. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, memakai alas kaki, serta menggunakan pelindung kepala seperti payung atau topi saat berada di luar ruangan.

“Segera beristirahat apabila tubuh mulai terasa lelah,” ujar Ichsan.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi. Mereka diminta aktif berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, atau batuk berat.

Baca Juga :  Dua Rescuer Kantor SAR Mataram Diterjunkan Bantu Korban Gempa Myanmar

Ichsan menegaskan kesehatan menjadi faktor utama dalam menghadapi rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena itu, jemaah diminta tidak menunda pemeriksaan jika merasakan gejala gangguan kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Segera sampaikan keluhan kepada petugas agar dapat ditangani sejak awal,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya tekanan cuaca, layanan kesehatan haji Indonesia disebut masih berjalan optimal. Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan aktif, edukasi, hingga pendampingan terhadap jemaah di hotel, sektor pelayanan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Selain menyampaikan kondisi kesehatan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah juga mengumumkan tambahan tiga jemaah Indonesia yang wafat pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca Juga :  12 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Cuaca Arab Saudi Tembus 44 Derajat

Mereka adalah Rodi Ahwayan asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamri Abdul Tayib dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, serta Nur Sidah Sindrang Sejarah asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala,” ucap Ichsan.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan bagi jemaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi, di tengah padatnya fase persiapan menuju puncak ibadah haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *