Bima, Jurnalekbis.com – Kebakaran besar terjadi di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Sedikitnya 15 rumah milik warga dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut setelah api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sumber api pertama kali diduga berasal dari rumah milik Haerul (38), seorang petani warga RT 06/RW 02 Desa Lido. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik yang kemudian memunculkan percikan api dan membesar dalam waktu singkat.
Kondisi rumah yang berdekatan membuat kobaran api sulit dikendalikan. Dalam hitungan menit, si jago merah menjalar ke sejumlah rumah warga lain di sekitar lokasi kejadian. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan harta benda seadanya.
“Api sangat cepat membesar karena rumah warga berdempetan. Banyak warga hanya bisa menyelamatkan keluarga tanpa sempat membawa barang-barang,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak dalam kebakaran tersebut. Mayoritas korban merupakan petani yang tinggal di lingkungan RT 06/RW 02 Desa Lido. Selain rumah milik Haerul, kebakaran juga merusak rumah milik Feriman (47), Juniansyah (35), Ruslan (47), Wahyudin (46), Andon (47), Rangga (28), Fujianu (49), Sri Andriani (40), Fahrudin (45), Edi Supriadin (47), Alimudin (37), Mandalio (80), Murni (75), serta Aldi (25).
Dari daftar korban, terdapat warga lanjut usia hingga pekerja sektor informal yang kehilangan tempat tinggal akibat amukan api tersebut. Hingga kini, total kerugian material masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Warga bersama aparat setempat sempat berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena kobaran api terus membesar akibat material rumah yang mudah terbakar.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah warga mengalami syok akibat kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik di kawasan permukiman padat penduduk. Korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di wilayah Kabupaten Bima.
Hingga Sabtu pagi, aparat bersama warga masih melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar. Sejumlah keluarga korban sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan darurat.
Pihak terkait diharapkan segera menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.














