Haji

4 Jemaah Haji NTB Masih Dirawat di Arab Saudi, Gangguan Pernapasan Jadi Penyebab Utama

×

4 Jemaah Haji NTB Masih Dirawat di Arab Saudi, Gangguan Pernapasan Jadi Penyebab Utama

Sebarkan artikel ini
4 Jemaah Haji NTB Masih Dirawat di Arab Saudi, Gangguan Pernapasan Jadi Penyebab Utama

Mataram, Jurnalekbis.com – Empat jemaah haji asal Debarkasi Lombok (LOP) hingga Minggu (21/6/2026) masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Sebagian besar belum dapat dipulangkan ke Indonesia karena mengalami gangguan pada sistem pernapasan disertai penyakit penyerta yang masih memerlukan penanganan medis intensif.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru yang diterima pihaknya dari petugas kesehatan haji di Arab Saudi.

“Informasi terakhir sampai dengan jam ini, jumlah jemaah yang masih tertinggal dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi itu ada empat,” kata Herman, Minggu (21/6/2026).

Keempat jemaah tersebut berasal dari Kloter 11, 12, 14, dan 15 Debarkasi Lombok. Mereka masih berada di bawah pengawasan tim medis karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk mengikuti penerbangan pulang bersama rombongan.

Berdasarkan data BKK Kelas I Mataram, seorang jemaah berinisial SN asal Kabupaten Dompu dari Kloter 11 masih menjalani perawatan akibat acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau sindrom gangguan pernapasan akut.

Baca Juga :  Embarkasi Lombok Berangkatkan 4.661 Jemaah Haji, 7 Open Seat Tercatat

Sementara itu, jemaah berinisial K asal Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, dari Kloter 12 dirawat karena menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Adapun seorang jemaah berinisial S asal Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, dari Kloter 14 masih mendapatkan penanganan medis akibat ileus atau gangguan pada saluran pencernaan.

Sedangkan seorang jemaah lainnya berinisial S asal Sikur, Lombok Timur, dari Kloter 15 juga masih menjalani perawatan di Arab Saudi.

Menurut Herman, mayoritas jemaah yang belum dapat dipulangkan mengalami gangguan pada sistem pernapasan, disertai penyakit jantung maupun penyakit paru yang membutuhkan observasi lanjutan.

“Di sini kebanyakan karena gangguan pernapasan, gangguan jantung, ada penyakit paru. Semuanya berkaitan dengan pernapasan dan jantung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama masa operasional Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berlangsung, seluruh kondisi kesehatan jemaah akan terus dipantau setiap hari oleh petugas kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Apabila kondisi pasien telah dinyatakan stabil oleh dokter, proses kepulangan akan dikoordinasikan melalui penerbangan reguler yang disiapkan pemerintah Arab Saudi bersama Kementerian Haji.

“Kalau dia memungkinkan untuk sembuh dan dipulangkan, bisa disesuaikan dengan keberangkatan reguler atau pesawat reguler yang nanti dikoordinasikan oleh Kementerian Haji,” jelas Herman.

Selain empat jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi, BKK Kelas I Mataram juga mencatat empat jemaah Debarkasi Lombok masih menjalani perawatan di RSUD Provinsi NTB.

Data per Minggu (21/6/2026) pukul 14.58 Wita menunjukkan seorang jemaah berinisial M asal Aikmual, Lombok Tengah, dari Kloter 7 dirawat akibat penurunan kesadaran yang diduga berkaitan dengan gangguan intrakranial atau metabolik.

Jemaah lainnya berinisial R asal Kecamatan Mpunda, Kota Bima, dari Kloter 11 menjalani perawatan akibat penurunan kesadaran yang dipicu dehidrasi dan kurangnya asupan makanan.

Baca Juga :  CJH Bima Kloter 4 Masuk Asrama Haji, Tertua Usia 95 Tahun

Sementara itu, seorang jemaah berinisial J asal Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, dari Kloter 14 masih dirawat karena dugaan community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas.

Sedangkan jemaah berinisial LB asal Muncan, Lombok Tengah, dari Kloter 15 juga menjalani perawatan akibat dugaan pneumonia komunitas yang disertai hipoglikemia.

Herman mengungkapkan jumlah pasien yang masih dirawat di RSUD NTB terus mengalami penurunan. Sebelumnya terdapat 14 jemaah yang menjalani perawatan, namun sebagian besar telah dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan pulang. Sebagian lainnya pulang atas permintaan keluarga, sementara beberapa jemaah dilaporkan meninggal dunia.

BKK Kelas I Mataram memastikan seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan, baik di Arab Saudi maupun di NTB, akan terus dipantau hingga kondisi kesehatannya dinyatakan stabil dan memungkinkan untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman tanpa membahayakan kondisi kesehatan para jemaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *