BIMA, Jurnalekbis.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 21 anak yatim dan piatu di Kelurahan Nungga, Kota Bima. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus meningkatkan semangat belajar para penerima.
Program yang dilaksanakan pada Senin (29/6) itu diawali dengan silaturahmi dan koordinasi antara jajaran YBM PLN UP3 Bima bersama Pemerintah Kelurahan Nungga. Pertemuan tersebut bertujuan memetakan kondisi sosial masyarakat serta mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk menghadapi tahun ajaran baru.
Berdasarkan hasil pendataan, YBM PLN menyalurkan sebanyak 21 paket perlengkapan sekolah yang terdiri atas tas ransel dan berbagai kebutuhan belajar kepada anak-anak yatim dan piatu di wilayah tersebut.
Asisten Manajer PLN UP3 Bima, Ardhi Tirta Restananda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pegawai PLN terhadap masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh YBM PLN.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik dalam menjalani proses belajar. Yang terpenting, kami ingin mereka tetap memiliki semangat untuk mengejar cita-cita dan percaya bahwa selalu ada kepedulian dari lingkungan sekitar yang mendukung langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Ardhi.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, dukungan terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak sehingga mereka dapat mengikuti proses pendidikan dengan lebih percaya diri.
Program ini merupakan salah satu implementasi penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola YBM PLN. Dana tersebut berasal dari kontribusi pegawai PLN yang secara rutin disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, mulai dari pendidikan, kemanusiaan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan pasokan listrik yang andal, tetapi juga mencakup kontribusi dalam pembangunan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan bahwa manfaat kehadiran PLN dapat dirasakan lebih luas, termasuk dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. PLN UIW NTB akan terus berkomitmen menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata sebagai bagian dari tanggung jawab kami dalam menerangi kehidupan dan menggerakkan kemajuan masyarakat,” kata Yondri.
Selama beberapa tahun terakhir, PLN UIW NTB terus menjalankan berbagai program sosial melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) maupun YBM PLN. Program-program tersebut menyasar sektor pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat yang berkelanjutan.
Penyaluran bantuan di Kelurahan Nungga menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Dengan perlengkapan sekolah yang lebih memadai, mereka diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama sekolah tanpa terkendala kebutuhan dasar pendidikan.
Selain membantu secara langsung, kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Dukungan semacam ini dinilai mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi penerima bantuan, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah dalam jangka panjang.














