BisnisEkonomiNusantara

27 PMI NTB ke Papua Nugini Dibekali Pesan Penting, Ini yang Wajib Mereka Lakukan

×

27 PMI NTB ke Papua Nugini Dibekali Pesan Penting, Ini yang Wajib Mereka Lakukan

Sebarkan artikel ini
27 PMI NTB ke Papua Nugini Dibekali Pesan Penting, Ini yang Wajib Mereka Lakukan

Mataram, Jurnalekbis.com – Sebanyak 27 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan bekerja di Papua Nugini mendapatkan pembekalan khusus melalui Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP), Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi yang pertama di NTB yang melibatkan langsung Perwakilan Republik Indonesia di negara penempatan sebagai narasumber.

Orientasi yang digelar secara daring oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat (BP3MI NTB) bersama Konsulat Republik Indonesia di Vanimo, Papua Nugini, bertujuan membekali calon pekerja dengan informasi mengenai kondisi kerja, budaya, hingga sistem pelindungan warga negara Indonesia di negara tujuan.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler/Pelindungan Warga Negara Indonesia Konsulat RI Vanimo, Rizaldi Ishak, menegaskan bahwa kesiapan pekerja migran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Rizaldi, terdapat empat aspek utama yang harus dipersiapkan sebelum berangkat, yakni kesiapan dokumen, keterampilan kerja, mental, serta pemahaman terhadap budaya, bahasa, dan aturan yang berlaku di Papua Nugini.

Baca Juga :  Yamaha TMAX Tech Max: Skuter Maksimal dengan Teknologi Canggih

“Calon pekerja migran harus datang dengan kesiapan yang utuh. Selain dokumen dan kemampuan kerja, mereka juga harus memahami budaya setempat agar proses adaptasi berjalan lebih mudah,” ujar Rizaldi dalam pemaparannya.

Ia juga mengingatkan para pekerja agar segera menyesuaikan diri setelah tiba di lokasi penempatan. Salah satu langkah penting adalah melakukan lapor diri kepada Perwakilan RI atau Konsulat Indonesia setempat sebagai bagian dari upaya memperoleh perlindungan apabila menghadapi persoalan selama bekerja.

Selain itu, Rizaldi mendorong para pekerja untuk aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh perwakilan Indonesia di Papua Nugini. Menurutnya, keterlibatan dalam komunitas sesama warga Indonesia dapat memperkuat jaringan komunikasi sekaligus menjadi sarana memperoleh informasi dan bantuan ketika diperlukan.

“Kami juga mengimbau agar para pekerja tetap menjalin komunikasi dengan sesama warga Indonesia maupun pihak konsulat sehingga apabila terjadi kendala dapat segera ditangani,” katanya.

Baca Juga :  10.899 P3K Paruh Waktu Dilantik di Lombok Timur, Terbanyak di Indonesia

Sementara itu, Kepala BP3MI NTB, Kadir S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Konsulat RI di Vanimo. Ia menyebut keterlibatan langsung perwakilan Indonesia di luar negeri menjadi langkah baru dalam pelaksanaan Orientasi Pra Pemberangkatan.

Menurut Kadir, informasi yang disampaikan langsung dari negara tujuan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi lapangan sehingga calon pekerja lebih siap menghadapi tantangan saat mulai bekerja.

“Ini merupakan langkah baru dalam pelaksanaan Orientasi Pra Pemberangkatan. Untuk pertama kalinya kami menggandeng Perwakilan RI di luar negeri agar calon pekerja mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi nyata di negara penempatan,” ujar Kadir saat meninjau pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk berbagai negara penempatan lainnya sehingga kualitas pembekalan bagi pekerja migran Indonesia semakin meningkat.

Baca Juga :  Pol PP NTB: Tarif Cukai Tinggi Picu Maraknya Rokok Ilegal

Sebanyak 27 PMI asal NTB yang mengikuti orientasi tersebut diberangkatkan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Sugih Jaya Sentosa. Mereka akan bekerja sebagai oil palm plantation worker di perusahaan perkebunan kelapa sawit Bewani Oil Palm Plantation Limited, perusahaan yang beroperasi di Papua Nugini dan dimiliki oleh investor Malaysia.

Pembekalan sebelum keberangkatan menjadi salah satu tahapan penting dalam sistem pelindungan pekerja migran Indonesia. Selain memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja, orientasi juga bertujuan meminimalkan risiko permasalahan selama masa penempatan serta memperkuat kesiapan pekerja menghadapi lingkungan kerja yang berbeda.

Melalui kolaborasi antara BP3MI NTB dan Konsulat RI di Vanimo, para calon pekerja diharapkan tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, kemampuan adaptasi, dan pemahaman mengenai mekanisme perlindungan yang tersedia selama bekerja di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *