Ekonomi Syariah di NTB Melesat, FESyar Cetak Transaksi Rp13,5 Miliar

Ekonomi Syariah di NTB Melesat, FESyar Cetak Transaksi Rp13,5 Miliar

Mataram, Jurnalekbis.com – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 resmi ditutup di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu (12/7). Penyelenggaraan yang berlangsung selama beberapa hari itu mencatat capaian melampaui target, mulai dari pembiayaan syariah, omzet pelaku usaha halal, hingga penghimpunan wakaf.

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, mewakili Gubernur NTB menutup kegiatan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. Acara juga dihadiri pemerintah daerah, akademisi, pondok pesantren, lembaga ZISWAF, pelaku usaha syariah, serta perwakilan dari 22 provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

Hingga penutupan, business matching pembiayaan syariah mencapai Rp13,5 miliar, melampaui target awal sebesar Rp11 miliar. Sementara omzet penjualan produk UMKM dan industri halal menembus Rp1,2 miliar, sedangkan penghimpunan wakaf melalui Zawa Walk dan Wakafein mencapai Rp61,2 juta, jauh di atas target Rp35 juta.

Dalam sambutannya, Abul Chair menilai FESyar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat fondasi ekonomi syariah di daerah.

Baca Juga :  Batik Gembok Buatan Napi Kualitas Premium

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi halal, digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan FESyar KTI 2026 merupakan hasil sinergi 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Kawasan Timur Indonesia yang melibatkan 189 pelaku UMKM dan pelaku usaha syariah.

Selama penyelenggaraan, kegiatan dikemas melalui empat pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, Sharia Forum, dan Sharia Competition.

Pada sektor pameran, pengunjung dapat mengakses berbagai produk halal melalui Halal Mart, bazar kuliner, booth UMKM dari 19 wilayah KTI, lembaga jasa keuangan syariah, Halal Corner, hingga Wakaf Corner.

Di bidang edukasi, peserta mengikuti pelatihan dai dan daiyah, sertifikasi nazhir, serta tabligh akbar yang menjadi bagian dari kampanye gaya hidup halal. Adapun forum diskusi membahas pembiayaan syariah, industri modest fashion, ZISWAF, strategi pengembangan ekonomi syariah, hingga rantai nilai ekspor produk halal.

Baca Juga :  Bandar Sabu Asal Masbagek Dibekuk Polisi

Berbagai kompetisi juga digelar, mulai dari lomba modest fashion, halal chef, konten dakwah, ekonomi syariah, hingga kompetisi lembaga ZISWAF.

Dari seluruh rangkaian tersebut, NTB mencatat prestasi melalui BMT Insan Sawama, Sumbawa, yang meraih Juara I Kompetisi Lembaga ZISWAF Unggulan Kategori Wakaf.

Antusiasme masyarakat juga terlihat saat Tabligh Akbar yang dihadiri lebih dari 4.000 jamaah, menunjukkan semakin besarnya perhatian masyarakat terhadap penerapan gaya hidup halal.

Menurut Hario, capaian tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Penguatan ekonomi dan keuangan syariah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi regulator, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat agar ekonomi syariah menjadi penggerak pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Satu Satunya Crosser MX2 Asal Lombok Ini Terkesan dengan Aplikasi PLN Mobile

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, 18 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta seluruh mitra strategis yang berkontribusi menyukseskan FESyar KTI 2026.

Dengan capaian pembiayaan yang melampaui target, peningkatan transaksi UMKM, serta tingginya partisipasi masyarakat, FESyar KTI 2026 menjadi indikator bahwa ekonomi syariah semakin memperoleh ruang strategis sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi bekal menuju penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *