News, NTB  

Hari Keenam, SAR Perluas Pencarian 4 Korban Kapal Terbakar

Hari Keenam, SAR Perluas Pencarian 4 Korban Kapal Terbakar

Mataram, Jurnalekbis.com — Memasuki hari keenam, Senin (17/8), operasi pencarian empat korban yang masih hilang setelah kapal penumpang terbakar di perairan Selat Lombok diperluas. Tim SAR gabungan mengerahkan pesawat TNI AL untuk menyisir wilayah laut dari udara dengan cakupan mencapai sekitar 3.650 NM².

Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian udara menjadi salah satu strategi utama untuk memperbesar area penyisiran yang sulit dijangkau tim di permukaan.

Pesawat CASSA NC212-200 registrasi U-6215 dari Skuadron 600 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda kembali diterbangkan dari Bali pada Senin siang. Pesawat tersebut sebelumnya bertolak dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu (16/8) dan telah melakukan penyisiran di perairan selatan lokasi kejadian sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga :  Manifest Kapal Dumai Line Disorot, Lima Penumpang Diduga Belum Ditemukan

“Pesawat CASSA U-6215 milik TNI AL ini sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu siang, dan sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian,” ujar Hariyadi, Senin (17/8).

Pada operasi lanjutan, pesawat diarahkan menyisir perairan selatan Pulau Jawa. Personel Kantor SAR Surabaya turut berada di dalam pesawat untuk mendukung misi pencarian.

Perluasan sektor udara dilakukan bersamaan dengan penyisiran melalui laut dan darat. Tim permukaan mengoperasikan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram menuju sektor utara Pelabuhan Lembar dengan luas pencarian sekitar 38,5 NM².

Penyisiran laut difokuskan pada kawasan perairan pantai yang dinilai menjadi bagian penting dalam pencarian korban yang belum ditemukan. Tim juga terus memantau kemungkinan adanya petunjuk baru dari aktivitas nelayan maupun masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Hari Ketiga, SAR KMP Putri Yasmin Perluas Pencarian di Selat Lombok

Sementara itu, unsur darat memperlebar pencarian sepanjang garis pantai dari Tanjung Karang ke arah utara. Petugas sekaligus menyampaikan informasi kepada warga dan nelayan agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.

Menurut Hariyadi, seluruh unsur operasi tetap berkoordinasi untuk memastikan setiap sektor pencarian dapat ditangani secara optimal. Strategi pencarian dilakukan secara paralel melalui udara, laut, dan darat untuk memperbesar peluang menemukan empat korban yang hingga hari keenam masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus mengoptimalkan penyisiran berdasarkan perkembangan di lapangan dan informasi yang diterima selama proses pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *