Tim Solidaritas NTB Tiba di NTT, Rumah Sakit Lapangan Segera Dibangun

Tim Solidaritas NTB Tiba di NTT, Rumah Sakit Lapangan Segera Dibangun

Manggarai Barat, Jurnalekbis.com  — Laut yang membentang antara Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tak menghalangi langkah Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN untuk membantu warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT.

Setelah dilepas Gubernur NTB di halaman BPBD NTB, rombongan menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Bima. Dari sana, tim melanjutkan perjalanan laut menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Keterbatasan kapasitas kapal membuat keberangkatan dibagi menjadi dua rombongan. Kelompok pertama berangkat sekitar pukul 21.00 WITA, kemudian disusul rombongan kedua sekitar pukul 23.00 WITA.

Malam itu, perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu pulau ke pulau lain. Di dalam rombongan terdapat personel kesehatan, perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, serta bantuan logistik yang akan digunakan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Rannya Agustyra Kristiono: Putri HBK yang Akan Teruskan Perjuangan Sang Ayah

Selasa pagi, 18 Agustus 2026, seluruh tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat. Pemeriksaan personel dan peralatan dilakukan sebelum rombongan mengikuti koordinasi bersama Tim Pemerintah Provinsi NTT.

Hasil koordinasi menetapkan Manggarai Timur sebagai lokasi posko utama Tim NTB. Di wilayah tersebut, tim akan mendirikan rumah sakit lapangan sekaligus dapur umum untuk mendukung masyarakat terdampak dan warga yang berada di pengungsian.

Tim kesehatan menjadi salah satu unsur yang bergerak lebih dahulu. Para tenaga medis disiapkan untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sebagian lainnya akan bertugas di rumah sakit lapangan yang dibangun di Manggarai Timur.

Pergerakan juga dilakukan tim dapur umum menuju lokasi pengungsian. Sementara itu, tim logistik lebih dulu menurunkan bantuan di Posko Manggarai Barat.

Baca Juga :  Die mitte got new law enforced by politicians

Bantuan tersebut antara lain berupa air minum, beras, mi instan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Setelah distribusi awal dilakukan, perjalanan dilanjutkan menuju Manggarai Timur.

Penyaluran bantuan tidak dilakukan secara terpisah. Seluruh logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang berada di bawah koordinasi BPBD NTT.

Pola ini menjadi penting dalam situasi bencana. Selain memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, koordinasi juga diperlukan untuk mencegah penumpukan logistik maupun distribusi bantuan yang berulang di satu lokasi, sementara wilayah lain masih membutuhkan dukungan.

Kini perjalanan panjang Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN memasuki tahap paling penting: hadir dan bekerja langsung bersama masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Baca Juga :  FORNAS VIII di NTB: Transportasi dan Info Pusat Disiapkan di Bandara

Bagi mereka, bantuan bukan hanya soal barang yang dibawa dari NTB. Ada tenaga, waktu dan kepedulian yang ikut menyeberang bersama kapal menuju NTT.

Pulau-pulau memang dipisahkan oleh laut. Namun dalam situasi bencana, jarak geografis tidak semestinya menjadi batas bagi kemanusiaan.

NTB datang ke NTT membawa satu pesan: ketika saudara sedang menghadapi bencana, mereka tidak berjalan sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *