Harga Semen Melonjak di Lombok Barat, Disdag Soroti Kelangkaan Pasokan

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Muhammad Adnan, saat memberikan keterangan kepada media di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026).(Foto: Jurnal Ekbis/Taufik).
Materi Iklan FINAL 2026

LOMBOK BARAT, JURNALEKBIS.com — Kelangkaan semen mulai dirasakan warga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam beberapa hari terakhir. Terbatasnya pasokan membuat harga semen di tingkat pengecer naik hingga Rp80 ribu-Rp85 ribu per sak.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, Muhammad Adnan, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah distributor, pengecer, dan toko bangunan untuk mengetahui kondisi pasokan dan harga semen di lapangan.

Baca juga: Kabar Gembira, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 Guru PPPK Paruh Waktu

Menurut Adnan, harga semen di tingkat distributor masih berada dalam kisaran normal, yakni sekitar Rp58 ribu-Rp60 ribu per sak. Namun, harga di tingkat pengecer jauh lebih tinggi.

“Kalau di tingkat distributor sebenarnya harga sesuai standar, tidak ada harga yang berlebihan. Justru yang terjadi di pengecer harga antara Rp80 ribu sampai Rp85 ribu,” kata Adnan.

Adnan menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah distributor, pasokan semen dari luar daerah saat ini tidak sebanyak kondisi normal. Ia menyebut sejumlah kendala yang disampaikan distributor turut memengaruhi produksi dan pasokan semen.

Di antaranya persoalan ketersediaan solar, kendala jalur distribusi melalui Selat Hormuz, serta kekeringan di Kalimantan yang menghambat penggunaan sungai sebagai jalur pengangkutan batu bara.

“Dropping dari luar sedikit, tidak sesuai dengan setiap harinya,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Iqbal: RSUD NTB Harus Jadi Benchmark Rumah Sakit Daerah

Di sisi lain, kebutuhan semen justru meningkat menjelang akhir tahun. Sejumlah proyek fisik pemerintah maupun swasta membutuhkan pasokan semen untuk penyelesaian pekerjaan. Kondisi tersebut, kata Adnan, menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah produksi dan kebutuhan di lapangan.

“Produksi semakin sedikit, sementara di akhir tahun ini banyak kegiatan atau proyek-proyek fisik yang cukup banyak yang harus dikerjakan. Sehingga terjadi ketimpangan antara jumlah produksi dan kebutuhan yang ada,” katanya.

Keterbatasan pasokan juga terlihat dari kondisi stok di gudang distributor. Adnan mengatakan, saat dilakukan pemantauan, tidak terdapat stok semen yang tersimpan di gudang distributor yang didatangi.

Menurut dia, semen yang tiba langsung didistribusikan kepada toko atau pengecer yang sebelumnya telah mendaftar untuk mendapatkan pasokan. Untuk salah satu distributor yang dipantau, pasokan semen disebut mencapai sekitar 3.000-4.000 sak per hari. Namun, jumlah tersebut langsung habis setelah didistribusikan.

“Harganya antara Rp58 ribu-Rp60 ribu. Tetapi kenyataannya di masyarakat antara Rp80 ribu sampai Rp85 ribu yang dijual,” ungkap Adnan.

Baca juga: Mau Investasi Emas? Kini Bisa Lewat Bursa

Adnan mengatakan pihaknya juga menanyakan kepada pengecer mengenai tingginya selisih harga antara tingkat distributor dan konsumen. Pengecer, kata dia, mengaku harus mengantre untuk mendapatkan pasokan semen. Proses antre tersebut bahkan bisa berlangsung satu hingga dua hari.

Materi Iklan FINAL 2026

Selama menunggu, pengecer mengeluarkan biaya operasional, termasuk kebutuhan makan sopir dan biaya lainnya. Biaya tambahan tersebut kemudian disebut menjadi salah satu alasan pengecer menaikkan harga jual.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta pelaku usaha tidak menaikkan harga secara berlebihan. Terkait dugaan penimbunan, Adnan memastikan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya praktik tersebut dalam pemantauan yang telah dilakukan.

Namun, Dinas Perdagangan akan kembali melakukan inspeksi ke sejumlah toko dan pengecer untuk memastikan kondisi stok serta harga semen di lapangan.

“Kita akan turun lagi ini, mungkin besok atau lusa untuk memastikan, siapa tahu juga ada penimbunan di beberapa toko atau di pengecer,” ujarnya.

Baca juga: Jelang MotoGP, PLN Tes Listrik Sirkuit Mandalika

Adnan juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan maupun penjualan semen dengan harga yang dinilai terlalu tinggi. Laporan masyarakat nantinya dapat ditindaklanjuti bersama Satgas Pangan yang terdiri dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, dan Satpol PP.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perdagangan Lombok Barat akan mengirimkan surat imbauan kepada distributor, pengecer, dan pemilik toko.

Distributor diminta menyalurkan semen secara adil dan merata kepada pengecer.

Pemerintah juga meminta kebutuhan semen untuk proyek fisik pemerintah maupun kepentingan publik menjadi salah satu prioritas dalam distribusi.

“Jangan ada penimbunan maupun dropping yang tidak adil dan merata di pengecer maupun di toko,” tegas Adnan.

Dinas Perdagangan memastikan pemantauan harga dan ketersediaan semen akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *