Resep Muazzim Akbar Menuju Indonesia Emas: Sejahterakan Desa, Kuatkan Keluarga

Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, saat memberikan paparan dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana di Mataram, Senin (12/10/2026).(Foto: Istimewa)
Materi Iklan FINAL 2026

JURNALEKBIS.com – MATARAM, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI), Muazzim Akbar, menggelar Kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Acara ini berlangsung di Futsal Krisna, Pagesangan, Mataram, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Dalam paparannya, Muazzim menekankan bahwa banyaknya program unggulan pemerintah pusat harus diimbangi dengan intensitas sosialisasi yang lebih masif hingga ke akar rumput.

“Melalui program yang ada sekarang, yaitu prioritas Presiden, harus kita dukung bersama. Sekarang programnya langsung menyasar hingga ke desa-desa,” ujar Muazzim di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa anggaran negara saat ini diprioritaskan untuk pembangunan yang berpusat pada kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

“Sekarang petani sejahtera, nelayan sejahtera, pengusaha kecil sejahtera, insyaallah maka program menuju Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” tambahnya.

Muazzim juga mengimbau agar para peserta, khususnya para ibu-ibu pendamping keluarga, tidak bekerja sendiri. Ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menjadi agen perubahan dengan mensosialisasikan kembali program ini kepada sanak saudara dan lingkungan terdekat.

Lebih lanjut, Muazzim menyoroti dua isu krusial yang menjadi fokus utama dalam sosialisasi Bangga Kencana, yakni pencegahan pernikahan dini dan percepatan penurunan angka stunting. Ia menyayangkan bahwa kedua masalah ini masih menjadi pekerjaan rumah yang serius di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, yang turut hadir memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor ini. Menurut beliau, sinergi antara DPR RI dan BKKBN sangat vital untuk memastikan program kependudukan benar-benar membumi.

“Kami dari BKKBN NTB sangat berharap, hasil dari kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berhenti di ruangan ini, tetapi harus sampai dan dipahami oleh masyarakat luas. Setelah menerima pemahaman yang utuh, masyarakat diharapkan mampu mengubah perilaku, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, hingga penggunaan kontrasepsi yang bijak dalam mengatur jarak kelahiran anggota keluarganya,” tegas Dr. Lalu Makripuddin.

Makripuddin juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan peserta yang hadir untuk terus mengedukasi lingkungan sekitarnya, khususnya terkait bahaya pernikahan dini yang sangat berdampak pada kualitas keluarga dan tingginya angka stunting di NTB.

Materi Iklan FINAL 2026

Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat NTB dalam membangun keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan bebas dari ancaman stunting serta pernikahan dini dapat terwujud secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *