LOMBOK UTARA – Kelompok perempuan di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengubah hasil usaha budidaya jamur dan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Sejak Juni 2026, kelompok ini telah menyalurkan lebih dari 90.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan lebih dari 1.000 jiwa di Kecamatan Bayan dan Kayangan.
Aksi sosial tersebut digerakkan Kelompok Klub Baca Perempuan Desa Medana melalui Program Desa Berdaya Medana, yang mendapat dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB).
Bantuan air bersih menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Dasan Gelumpang, Dusun Panggung Barat, Desa Andalan, dan Desa Selengen. Kelompok perempuan tersebut memprioritaskan keluarga kurang mampu, lanjut usia, serta orang tua tunggal yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Ketua Kelompok Klub Baca Perempuan Desa Medana, Nursida Syam, mengatakan kelompoknya menggunakan sebagian hasil usaha produktif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Penyaluran berlangsung dua hingga tiga kali dalam sepekan. Dalam setiap kegiatan, kelompok mengerahkan dua hingga empat truk tangki untuk menjangkau permukiman warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.
“Kami ingin hasil usaha kelompok tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga bisa membantu masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Nursida.
Sebelum menerima bantuan, sebagian warga harus membeli air dari truk tangki atau mencari sumber air ke luar kampung menggunakan sepeda motor sambil membawa jeriken dan galon. Kondisi tersebut membuat masyarakat mengeluarkan biaya tambahan sekaligus menghabiskan tenaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, pasokan air dari kelompok perempuan Medana membantu warga memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan ternak.
Gerakan tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan ekonomi produktif dapat memberikan dampak sosial di luar lingkungan kelompok usaha. Budidaya jamur dan produksi VCO yang semula menjadi sumber penghasilan kini ikut menopang solidaritas warga ketika kekeringan membatasi akses terhadap air bersih.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadfli, mengapresiasi inisiatif kelompok perempuan tersebut. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami ingin program TJSL PLN tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membangun kemandirian dan kepedulian sosial. Apa yang dilakukan kelompok perempuan Desa Medana menunjukkan bahwa penerima manfaat program pemberdayaan mampu tumbuh menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya,” kata Yondri.
Dia menilai penyaluran lebih dari 90 ribu liter air bersih menjadi contoh keterlibatan masyarakat dalam membantu mengatasi persoalan kebutuhan dasar.
Melalui Program Desa Berdaya Medana, PLN UIW NTB mendorong kelompok masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif sekaligus memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Di tengah ancaman kekeringan, gerakan perempuan Medana menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat untuk saling membantu. Hasil usaha yang dikelola bersama bukan hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga menghadirkan akses air bersih bagi warga yang membutuhkan.












