LOMBOK BARAT – Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram turun langsung mengedukasi warga Kuranji, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tentang bahaya aktivitas di sekitar jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Edukasi ini menyasar orang dewasa hingga anak-anak untuk mencegah kecelakaan akibat kelalaian di sekitar infrastruktur listrik.
Kegiatan yang melibatkan empat Srikandi PLN tersebut berlangsung pada Jumat (23/10/2026). Sosialisasi ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan.
Dalam kegiatan itu, para petugas mendatangi warga yang beraktivitas di sekitar menara SUTT. Mereka memberikan penjelasan secara langsung mengenai jarak aman dari jaringan transmisi serta berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Salah satu aktivitas yang menjadi perhatian adalah bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi. Warga juga diingatkan agar tidak menggunakan benda panjang di dekat jaringan transmisi karena berisiko mendekati konduktor bertegangan tinggi.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus. Srikandi PLN mengingatkan mereka agar tidak menjadikan area sekitar menara SUTT sebagai tempat bermain.
Pendekatan komunikasi interaktif dipilih agar masyarakat lebih mudah memahami potensi bahaya listrik. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk lebih berhati-hati sekaligus menyampaikan informasi keselamatan kepada anggota keluarga.
Manager PLN UPT Mataram, Anung Hermawan, mengatakan edukasi langsung kepada masyarakat penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan di sekitar jaringan transmisi.
“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan transmisi. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak, agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan terhindar dari risiko ketenagalistrikan,” ujar Anung.
Menurutnya, keberadaan jaringan transmisi tidak hanya berkaitan dengan kelancaran penyaluran listrik. Keamanan infrastruktur tersebut juga membutuhkan kepedulian masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik harus berjalan beriringan dengan keselamatan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat, sehingga kesadaran menjaga keselamatan ketenagalistrikan tumbuh menjadi budaya bersama,” kata Yondri.
Ia juga menilai dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan jaringan transmisi agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, PLN mendorong masyarakat untuk menghindari aktivitas berisiko di sekitar jaringan SUTT dan membiasakan anak-anak mengenali lingkungan yang berbahaya.
Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi.












