Lombok Tengah– Gelaran MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak signifikan terhadap industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort mencatat peningkatan okupansi hingga 23 persen, dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini memperlihatkan semakin kuatnya efek ekonomi ajang balap motor dunia terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Lombok.
General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, Budi Wahjono, mengatakan penyelenggaraan MotoGP dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi kebutuhan akomodasi dan lama tinggal wisatawan.
Menurut Budi, tingkat hunian hotel selama penyelenggaraan MotoGP konsisten mencapai 100 persen. Namun, hal yang lebih menarik terlihat dari perbandingan kinerja Oktober 2025 dengan Oktober 2026.
“Kalau dari sisi okupansi, selama MotoGP pasti 100 persen terus. Tetapi, kalau dibandingkan Oktober 2025 dengan Oktober 2026, kenaikan okupansi bisa 16 persen. Dari sisi keseluruhan okupansi, kita bisa meningkat 23 persen,” ujar Budi.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa dampak MotoGP tidak hanya terasa selama aktivitas balapan berlangsung. Kehadiran tim, penyelenggara, kru, dan wisatawan turut menciptakan permintaan akomodasi yang lebih besar di kawasan Mandalika.
Tambahan 250 Tenaga Kerja
Selain meningkatkan bisnis perhotelan, MotoGP Mandalika 2026 juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort menambah sekitar 250 tenaga kerja untuk mendukung operasional selama ajang internasional tersebut.
Budi menjelaskan, tambahan tenaga kerja itu direkrut dari sejumlah lembaga pendidikan pariwisata dan perhotelan, mulai dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Politeknik Pariwisata (Poltekpar), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).
Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan perhotelan di Lombok menjadi salah satu faktor pendukung kesiapan industri menghadapi lonjakan aktivitas selama MotoGP.
“Kami sangat bersyukur karena pendidikan perhotelan di Lombok sangat menunjang dan tersedia. Ketika membutuhkan tenaga kerja tambahan, sumber daya manusianya cukup siap,” katanya.
Tamu Dorna Minta Menginap Lebih Lama
Dampak positif lainnya terlihat dari meningkatnya durasi menginap para tamu. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya sebagian tamu rata-rata tinggal sekitar tiga malam, pada MotoGP 2026 sejumlah tamu justru meminta masa inap hingga enam malam.
Budi mengungkapkan, permintaan tersebut bahkan datang langsung dari pihak Dorna, selaku pemegang hak komersial MotoGP.
“Tahun-tahun sebelumnya mungkin para tamu hanya tiga malam. Tahun ini, tamu dari Dorna justru meminta enam malam. Bukan kita yang meminta, tetapi mereka sendiri yang membutuhkan waktu tinggal lebih lama,” ungkapnya.
Kondisi ini memberikan peluang tambahan bagi bisnis perhotelan, restoran, transportasi, hingga berbagai sektor pendukung pariwisata di Lombok.
Budi berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada tahun-tahun mendatang terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat NTB.
Dia juga menilai kepercayaan penyelenggara dan tim internasional menjadi indikator penting bagi posisi Pullman sebagai salah satu pilihan akomodasi utama selama MotoGP Mandalika.
Dengan meningkatnya okupansi, tambahan tenaga kerja, serta durasi kunjungan tamu internasional, MotoGP Mandalika semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi pariwisata NTB. Tantangannya kini adalah bagaimana dampak tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha dan masyarakat lokal.












