Australia Perkuat Program Siaga di Lombok Utara, Ekonomi Desa Ikut Didorong

Australia Perkuat Program Siaga di Lombok Utara, Ekonomi Desa Ikut Didorong

Lombok Utara– Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi Pasar Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meninjau pelaksanaan Program SIAP SIAGA, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut menyoroti penguatan ketahanan masyarakat menghadapi bencana alam sekaligus pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya usaha yang dikelola perempuan.

Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan Australia–Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana. Program ini mendorong pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil mengintegrasikan perspektif risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan, penganggaran, pengelolaan data, hingga pembangunan desa.

Dalam kunjungan tersebut, Rod Brazier melihat langsung aktivitas masyarakat dan perkembangan UMKM lokal yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Rod mengatakan, Pemerintah Australia bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara memiliki tingkat kerawanan bencana yang perlu mendapat perhatian serius.

“Di Lombok Utara ada 11 macam bencana dan di antara itu 10 bencana alam,” ujar Rod Brazier.

Dia menilai kolaborasi kedua negara melalui Program SIAP SIAGA memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat desa.

Rod juga mengapresiasi kesiapan masyarakat dalam membangun sistem ketahanan bencana. Dia optimistis desa yang dikunjunginya mampu menghadapi berbagai potensi ancaman apabila penguatan kapasitas terus berjalan.

Selain mitigasi bencana, penguatan ekonomi masyarakat menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

Rod menilai UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama produk-produk yang dikelola kelompok perempuan. Dia mengaku terkesan melihat keberanian para pelaku usaha membangun bisnis secara mandiri hingga mempersiapkan produk untuk menjangkau pasar wisatawan mancanegara.

“Saya merasa sangat terkesan karena mereka berani membangun bisnis sendiri, berani bikin produk dan sudah siap untuk memasarkan produk itu ke turis-turis mancanegara,” katanya.

Dia juga menyebut produk makanan yang dicicipinya memiliki kualitas dan cita rasa yang baik. Selain makanan, produk seperti sabun dan Virgin Coconut Oil (VCO) dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan.

Rod menegaskan, dukungan Australia terhadap pengembangan ekonomi tidak hanya melalui bantuan di tingkat desa, tetapi juga melalui masukan teknis kepada pemerintah pusat dan daerah.

Dukungan tersebut diharapkan membantu pemerintah menyusun kebijakan UMKM berdasarkan data yang akurat sehingga regulasi yang diterapkan tidak justru menghambat perkembangan pelaku usaha.

Dia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM milik perempuan karena memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabuddin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia atas kolaborasi melalui Program SIAP SIAGA.

Menurut Sahabuddin, kerja sama tersebut memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM di Lombok Utara.

Dia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti di Kecamatan Pemenang, tetapi dapat menjangkau wilayah lain di Kabupaten Lombok Utara.

“Tentu kami sangat berharap kerja sama dengan pemerintah Australia melalui SIAP SIAGA ini terus berkelanjutan. Tidak terbatas hanya di Kecamatan Pemenang, tentu kami sangat berharap bisa diperluas ke kecamatan-kecamatan yang lain,” ujar Sahabuddin.

Pemkab Lombok Utara berharap keberlanjutan program tersebut dapat memperluas manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana sekaligus memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan. Sebab, ketahanan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga kemampuan masyarakat menjaga keberlangsungan ekonomi ketika menghadapi situasi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *