BisnisEkonomiNasional

Tantangan Berat Menanti, Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu Gantikan Sri Mulyani

×

Tantangan Berat Menanti, Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu Gantikan Sri Mulyani

Sebarkan artikel ini
Tantangan Berat Menanti, Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu Gantikan Sri Mulyani

Jakarta, Jurnalekbis.com– Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dalam pidato pertamanya, Yudhi menyadari tantangan berat yang menanti di masa kepemimpinannya. Ia menekankan perlunya kolaborasi dan integritas untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika global dan domestik yang kompleks.

“Amanah ini tidak ringan, karena dunia dihadapkan dengan tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi geopolitik, teknologi, maupun perubahan iklim,” ujar Yudhi Sadewa, Selasa (9/9/2025). “Dari dalam negeri pun ada tantangan dari sisi program prioritas pemerintahan yang harus kita kawal agar berjalan dengan mulus.”

Yudhi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati. Ia memuji kepemimpinan Sri Mulyani yang berhasil menjaga stabilitas fiskal Indonesia di tengah dinamika global, melakukan efisiensi anggaran, dan mengawal program prioritas pemerintah.

“Di bawah kepemimpinan beliau, Kementerian Keuangan berhasil menjaga stabilitas fiskal Indonesia di tengah dinamika global,” kata Yudhi. “Integritas, profesionalisme, dan reputasi internasional yang beliau bawa telah menjadi teladan bagi kita semua.”

klik channel berikut :     Yudhi Sadewa Resmi Jadi Menteri Keuangan Gantikan Sri Mulyani

Dalam pidatonya, Yudhi juga menyoroti berbagai tantangan global yang pernah dihadapi Kementerian Keuangan, seperti pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina. Ia menggarisbawahi upaya luar biasa yang dilakukan melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan sektor usaha, sambil tetap menjaga kesehatan APBN dan kepercayaan pasar.

Ke depan, Yudhi menyatakan bahwa ekonomi Indonesia menghadapi tantangan yang besar, seperti perlambatan ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang menjadi “game changer”. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa jajaran Kemenkeu harus proaktif dan tidak boleh naif dalam menyusun kebijakan.

“Jangan sampai fokus ke isu kecil yang justru menghambat kebijakan strategis,” tegasnya. “Biasakan untuk berdiskusi dan mendengar suara dari luar, agar tidak terjebak dalam echo chamber.”

Selain tantangan geopolitik, perubahan iklim juga menjadi perhatian utama Yudhi. Ia menegaskan peran krusial Kemenkeu dalam merancang kebijakan fiskal yang mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama karena Indonesia rentan terhadap bencana alam yang berdampak pada sektor-sektor kunci.

Yudhi mengungkapkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dirancang untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal yang disiplin sekaligus berpihak kepada rakyat. Fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan sosial.

Sebagai penutup, Yudhi mengingatkan seluruh pegawai Kemenkeu tentang pentingnya integritas. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikelola adalah uang rakyat, dan institusi harus terus dipercaya oleh masyarakat.

“Kementerian Keuangan adalah institusi yang besar… kita harus selalu menjaga integritas dalam tiap tindakan yang kita lakukan,” pesannya. “Kita adalah penjaga keuangan negara, dan keberhasilan kita akan menentukan kepercayaan rakyat kepada negara.”

Yudhi berharap dapat menjalankan amanah ini dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran Kemenkeu, dan ia mengajak semua pihak untuk bekerja dengan semangat pengabdian dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *