BisnisGaya Hidup

Hari Kartini 2026: 486 Perempuan Jadi Kunci Distribusi Energi Laut Nasional

×

Hari Kartini 2026: 486 Perempuan Jadi Kunci Distribusi Energi Laut Nasional

Sebarkan artikel ini
Hari Kartini 2026: 486 Perempuan Jadi Kunci Distribusi Energi Laut Nasional

Jakarta,Jurnalekbis.com— Di tengah kompleksitas distribusi energi nasional melalui jalur laut, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat operasionalnya dengan melibatkan 486 perwira perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia. Peran mereka dinilai bukan sekadar representasi kesetaraan, melainkan bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan energi ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Keterlibatan perwira perempuan dalam industri maritim yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki menjadi sorotan, terutama dalam momentum peringatan Hari Kartini 21 April 2026. PTK menegaskan bahwa perempuan kini mengambil peran strategis dalam mendukung distribusi energi nasional berbasis transportasi laut.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, mengatakan bahwa operasional maritim menuntut kompetensi tinggi, ketangguhan, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, perempuan mampu menjawab tantangan tersebut dengan kualitas yang setara.

“Di tengah dinamika operasional laut yang kompleks, perwira perempuan mampu memimpin dengan kualitas setara. Perempuan PTK hadir sebagai bagian dari kekuatan utama dalam memastikan layanan berjalan aman, andal, dan efisien. Ini bukan hanya tentang representasi, tetapi tentang kontribusi nyata terhadap kualitas layanan,” ujarnya.

Baca Juga :  PLN Sukses Jaga Listrik Saat Penutupan FORNAS VIII

Perwira perempuan di PTK saat ini terlibat di berbagai lini strategis, mulai dari operasi kapal, manajemen armada, layanan pelabuhan, hingga fungsi keselamatan dan kepatuhan (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE). Peran tersebut dinilai krusial dalam menjaga stabilitas operasional distribusi energi, terutama dalam memastikan pengiriman berjalan tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.

VP Legal & Relations PTK, Amran Reza, menambahkan bahwa kontribusi perempuan juga berdampak pada penguatan tata kelola perusahaan. Ia menilai semangat Kartini tercermin dari keberanian perempuan untuk mengambil peran penting dalam organisasi.

“Perempuan PTK berkontribusi dalam menjaga integritas, membangun kepercayaan stakeholder, serta memperkuat nilai perusahaan yang berkelanjutan,” kata Amran.

PTK sendiri merupakan entitas yang mengelola layanan transportasi laut guna mendukung distribusi energi ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah kepulauan dengan akses terbatas. Kompleksitas geografis Indonesia menjadikan distribusi energi melalui jalur laut sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.

Baca Juga :   ITDC Fokus Jadikan The Mandalika Sebagai Destinasi Utama Sport Tourism di Indonesia

Dalam operasionalnya, PTK juga terus memperkuat sistem digitalisasi dan pemantauan berbasis real-time. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi armada sekaligus meminimalkan potensi gangguan distribusi di lapangan.

Menurut Amran, keberagaman perspektif dalam organisasi, termasuk dari perwira perempuan, turut meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta respons terhadap dinamika operasional.

“Keberagaman ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketepatan strategi dan respons di lapangan,” ujarnya.

Dari sisi pengguna layanan, penguatan kapasitas operasional tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap keandalan distribusi energi. Proses pengiriman menjadi lebih terencana, risiko keterlambatan dapat ditekan, dan standar keselamatan tetap terjaga.

Hal ini menjadi krusial bagi sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil. Sementara bagi masyarakat luas, dampaknya terasa melalui terjaganya ketersediaan energi yang menjadi kebutuhan dasar aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Stok Beras NTB Aman! Bulog Serap Gabah Petani Melebihi Ekspektasi

Ke depan, PTK menyatakan akan terus mendorong peningkatan peran perempuan, baik melalui pengembangan kompetensi maupun keterlibatan di posisi strategis. Seiring dengan transformasi industri maritim yang semakin mengedepankan teknologi dan prinsip keberlanjutan, keberadaan sumber daya manusia yang inklusif dinilai menjadi kunci utama.

Bagi perusahaan, keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh armada yang beroperasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memastikan setiap proses berjalan aman, efisien, dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *