OlahragaOtomotif

Duel Panas Mandalika Racing Series 2026: Selisih Tipis di Semua Kelas, Balapan Makin Sengit di Suhu Ekstrem

×

Duel Panas Mandalika Racing Series 2026: Selisih Tipis di Semua Kelas, Balapan Makin Sengit di Suhu Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Duel Panas Mandalika Racing Series 2026: Selisih Tipis di Semua Kelas, Balapan Makin Sengit di Suhu Ekstrem

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Putaran perdana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series 2026 langsung menyuguhkan persaingan ketat di semua kelas pada Race 1, Sabtu (25/4/2026). Selisih waktu antarpembalap begitu tipis, bahkan di beberapa kelas hanya terpaut hitungan seperseratus detik, di tengah suhu lintasan ekstrem yang menembus 50 derajat Celcius.

Balapan yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit ini menjadi ujian berat bagi para pembalap, baik dari sisi stamina maupun performa mesin. Kondisi panas ekstrem memaksa pembalap untuk menjaga ritme dan strategi sepanjang lomba.

CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menyebut jalannya Race 1 berlangsung lancar dengan peningkatan kualitas kompetisi di musim 2026.

“Balapan hari ini berjalan lancar. Tahun ini kami menambah kelas baru Junior Sport 250 sebagai batu loncatan bagi pembalap muda untuk naik ke level Asia hingga dunia,” ujar Eddy.

Ia menegaskan, pembinaan sejak usia dini menjadi fokus utama agar pembalap Indonesia tidak tertinggal di level internasional.

“Patokan usia di Asia dan Eropa minimal 13 tahun. Kita ingin mereka sudah siap sejak dini, sehingga tidak hanya ikut, tapi bisa bersaing,” tambahnya.

Baca Juga :  Balapan Seru di Mandalika Racing Series Putaran Pertama

Persaingan Sengit di Kelas Pembinaan

Di kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15, persaingan berlangsung ketat sejak lap awal. Dari total 31 starter, pembalap asal Jawa Tengah, Resky YH, keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 17 menit 00,593 detik.

Ia hanya unggul 0,555 detik dari Anindya Baskoro Setiawan di posisi kedua, sementara Clevan L. Valera Octavianuz finis ketiga dengan selisih 0,632 detik.

Meski sempat menjalani long lap penalty, Resky tetap tampil dominan dan mencatatkan fastest lap 2 menit 04,979 detik.

National Sport 150cc: Selisih 0,081 Detik

Pertarungan lebih ketat terjadi di kelas National Sport 150cc. Fahmi Basam dari DKI Jakarta keluar sebagai pemenang dengan waktu 15 menit 37,475 detik.

Ia hanya unggul 0,081 detik dari Aldiaz Aqsal Ismaya asal NTB. Fadli Rigani melengkapi podium ketiga dengan selisih 0,280 detik.

Menariknya, lima pembalap teratas finis dengan selisih kurang dari satu detik, menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat merata.

Junior Sport 250cc: Dominasi Abid Ashar

Di kelas baru Junior Sport 250cc U-18, M. Abid Ashar Musyafa tampil dominan. Ia mencatatkan waktu 14 menit 58,702 detik, unggul 9,399 detik dari Abimanyu Bintang Permadi.

Baca Juga :  Aksi Memacu Adrenalin: Mandiri MFoS Putaran Kedua Hadir di Mandalika

Ahmad Azel Savero finis di posisi ketiga dengan selisih 16,695 detik. Meski dominan, kelas ini tetap menunjukkan potensi besar pembalap muda Indonesia.

National Sport 250cc: Duel Elite Nasional

Kelas National Sport 250cc menghadirkan duel sengit antar pembalap elite. Andi Farid Izdihar keluar sebagai pemenang dengan waktu 18 menit 21,941 detik.

Ia mendapat tekanan kuat dari Aldiaz Aqsal Ismaya yang finis kedua dengan selisih 3,027 detik. Candra H menempati posisi ketiga dengan gap 3,132 detik.

Supersport 600cc: Duel Dramatis hingga Finis

Di kelas tertinggi National Supersport 600cc, duel antara Herjun Atna Firdaus dan Mhd. Faerozi Toreqottullah berlangsung dramatis hingga lap terakhir.

Herjun menang dengan catatan waktu 16 menit 41,646 detik, hanya unggul 0,143 detik dari Faerozi. Rheza Danica Ahrens finis di posisi ketiga dengan selisih 4,414 detik.

Keduanya konsisten mencatat waktu lap di kisaran 1 menit 39 detik, menjadikan balapan ini salah satu yang paling menegangkan.

Underbone 150cc: Selisih 0,005 Detik

Kelas underbone 150cc menjadi yang paling ketat. M Syirat Syauki keluar sebagai pemenang dengan waktu 15 menit 57,275 detik.

Baca Juga :  Indonesia U-17 vs Korea Utara: Prediksi Skor dan Line-Up Lengkap

Ia hanya unggul 0,005 detik dari Rendi Oding, sementara M Jordan Badaru finis ketiga dengan selisih 0,476 detik.

Tujuh pembalap teratas finis dalam selisih kurang dari satu detik, mencerminkan persaingan yang sulit diprediksi.

MGPA: Indikator Positif Motorsport Indonesia

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menilai ketatnya persaingan menjadi indikator positif perkembangan motorsport nasional.

“Selisih waktu yang sangat tipis menunjukkan kemampuan pembalap Indonesia semakin merata dan kompetitif,” ujarnya.

Ia menambahkan, balapan di Mandalika bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga strategi dan manajemen stamina.

“Dengan suhu lintasan tinggi, pembalap harus cermat mengatur ritme. Ini membuat balapan semakin menantang,” katanya.

Priandhi juga melihat potensi besar dari pembalap muda hingga senior untuk menembus level internasional.

“Kami optimistis ini menjadi fondasi kuat menuju kejuaraan dunia,” tambahnya.

Ajakan Race 2

Seri perdana Mandalika Racing Series akan berlanjut ke Race 2 pada Minggu (26/4/2026), dengan berbagai agenda menarik seperti pit walk dan opening ceremony.

Penonton juga dapat menyaksikan langsung balapan secara gratis di sirkuit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *