Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 terus dipercepat. Pemerintah daerah bersama penyelenggara dan berbagai instansi terkait mulai membenahi infrastruktur, kebersihan kawasan, transportasi, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar ajang balap dunia itu memberikan pengalaman terbaik bagi penonton sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
General Manager (GM) The Mandalika, Fari Wijaya, mengatakan koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta satuan kerja vertikal Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurutnya, berbagai aspek menjadi perhatian utama menjelang balapan, mulai dari kondisi jalan, penerangan, kebersihan, hingga pengelolaan kawasan.
“Hal-hal yang sudah kami koordinasikan dengan Forkopimda, dalam hal ini Pak Gubernur, Pak Bupati, dan satuan kerja vertikal Kementerian PU juga sudah kami sampaikan,” ujar Fari Wijaya.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan yang menjadi prioritas meliputi perbaikan jalan bypass, penambahan penerangan jalan, pengendalian satwa liar di sekitar lintasan akses, penataan kebersihan, kerapian kawasan, serta peningkatan kualitas layanan bagi pengunjung.
Fari menegaskan, keberhasilan MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, melainkan seluruh elemen di NTB. Karena itu, setiap instansi diminta menjalankan peran sesuai tugas dan kewenangannya agar seluruh persiapan selesai tepat waktu.
“MotoGP 2026 ini adalah gawe kita bersama seluruh masyarakat NTB. Maka kita mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mempersiapkan hal ini sesuai dengan tupoksi masing-masing,” katanya.
Ia berharap seluruh pekerjaan fisik maupun pelayanan sudah rampung setidaknya satu bulan sebelum balapan berlangsung. Dengan demikian, NTB dapat tampil maksimal sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional tersebut.
“Satu bulan sebelum pelaksanaan itu sudah bisa rapi, siap kita sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Selain infrastruktur, penyelenggara juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan UMKM lokal. Fari mengatakan tim pengelola kawasan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai sponsor agar pelaku usaha lokal mendapat ruang yang lebih luas selama penyelenggaraan MotoGP.
Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga masyarakat yang menjalankan usaha kecil.
“Tim UMKM kita bekerja sama dengan seluruh dinas, baik di provinsi maupun kabupaten. Termasuk para sponsor juga akan menggandeng UMKM di sini,” ungkapnya.
Terkait jumlah pelaku UMKM yang akan dilibatkan, Fari menyebut proses pendataan masih berlangsung. Namun, pihaknya memastikan area strategis di dalam kawasan sirkuit akan diisi oleh tenant UMKM sehingga mudah dijangkau pengunjung.
Ia menyebut kios-kios UMKM akan ditempatkan di belakang seluruh grandstand serta di setiap pintu masuk kawasan. Penataan tersebut dirancang agar penonton dapat menikmati berbagai produk lokal sejak memasuki area sirkuit hingga setelah menyaksikan balapan.
“Kita pastikan semua grandstand, di belakang grandstand itu ada UMKM. Begitu juga di setiap pintu masuk juga ada UMKM. Kita pastikan semua penonton nyaman mulai dari datang, sebelum masuk gate, menuju grandstand, menonton, hingga kembali lagi untuk menikmati kuliner dan layanan lainnya,” jelasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, penyelenggara berharap MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan balapan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat citra NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal.













