BisnisEkonomiUKM

PLN EPI Sulap Sampah Pantai Bagik Kembar Jadi Sumber Cuan UMKM

×

PLN EPI Sulap Sampah Pantai Bagik Kembar Jadi Sumber Cuan UMKM

Sebarkan artikel ini
PLN EPI Sulap Sampah Pantai Bagik Kembar Jadi Sumber Cuan UMKM

Mataram, Jurnalekbis.com – Tumpukan sampah di kawasan wisata Pantai Bagik Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kini tak lagi sekadar limbah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara. Melalui program pelatihan pengelolaan sampah terpadu, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak usahanya, PT Pelayaran Bahtera Adiguna, mulai mengubah sampah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM setempat.

Program Kick Off Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengembangan dan Pendampingan Pengolahan Sampah Terpadu di kawasan proyek gasifikasi PLTMG Lombok Peaker itu menyasar 45 pelaku UMKM di kawasan wisata Pantai Bagik Kembar.

Manajer Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN Energi Primer Indonesia, Dita Artsana mengatakan, selama ini sampah di kawasan wisata masih dikumpulkan menjadi satu sebelum dibuang ke TPS. Kondisi itu dinilai membuat potensi ekonomi dari sampah belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  PLN : Listrik Konser Dewa 19 dan NDX AKA di Dompu Aman Tanpa Gangguan

“Biasanya sampah dari kawasan wisata langsung dibuang begitu saja ke TPS. Kali ini kami melakukan pelatihan agar masyarakat bisa memilah sampah organik dan non-organik untuk dikelola secara mandiri,” kata Dita, Selasa (12/5).

Menurutnya, sampah plastik nantinya akan disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sementara sampah organik dari sisa makanan diolah menggunakan maggot sehingga menghasilkan pupuk organik bernilai ekonomi.

“Harapannya sampah tidak langsung masuk ke TPA, tetapi bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan satu kali. PLN EPI memastikan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun ke depan sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga :  The Nusa Dua Beralih ke Energi Ramah Lingkungan dengan Jaringan Gas Alam

Dita menjelaskan, program TJSL di Pantai Bagik Kembar sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu melalui penataan kawasan wisata, pembangunan sarana dan prasarana UMKM, bantuan toilet, hingga fasilitas ibadah.

“Pada akhir 2025 kami juga memberikan pelatihan kuliner dan pengolahan makanan. Tahun ini fokusnya pada pengelolaan sampah terpadu,” katanya.

Ia menilai persoalan sampah di kawasan wisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, PLN EPI menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan edukasi terkait pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kalau sampah dipilah, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Plastik bisa dijual ke bank sampah, sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi pupuk,” jelas Dita.

Baca Juga :  Harga Tiket Pesawat ke Nusa Tenggara Barat Melonjak, Astindo Khawatir Wisatawan Kabur

Langkah tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah karena dinilai dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan wisata.

Kawasan Pantai Bagik Kembar sendiri belakangan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata pesisir yang ramai dikunjungi masyarakat Kota Mataram. Namun meningkatnya aktivitas wisata juga memicu persoalan sampah, terutama dari aktivitas kuliner dan perdagangan UMKM di sekitar pantai.

Melalui program ini, PLN EPI berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *