NewsNusantara

ABK Hilang di Buleleng Ditemukan Tewas, Mengapung di Area Mangrove

×

ABK Hilang di Buleleng Ditemukan Tewas, Mengapung di Area Mangrove

Sebarkan artikel ini
ABK Hilang di Buleleng Ditemukan Tewas, Mengapung di Area Mangrove

Buleleng, Jurnalekbis.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di perairan Banyu Wedang, Kabupaten Buleleng, Bali, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Rafles Tafa Kusuma (17) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan, Kamis (2/7/2026).

Jasad korban ditemukan mengapung di kawasan mangrove, sekitar lima meter dari lokasi ditemukannya speedboat yang sebelumnya digunakan korban. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans untuk proses identifikasi oleh pihak keluarga.

Korban diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) Turmalin 384310. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang setelah meninggalkan kapal menggunakan sebuah speedboat berwarna oranye pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Rafles terlihat turun dari kapal Turmalin 384310 menuju kawasan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang. Korban disebut berangkat seorang diri menggunakan speedboat dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman beralkohol.

Baca Juga :  Si Jago Merah Mengamuk di Lombok Utara, Rumah Warga Ludes Terbakar, Anak Berhasil Diselamatkan

Hingga Selasa siang, korban tak kunjung kembali ke kapal. Sementara itu, speedboat yang digunakannya ditemukan warga dalam kondisi terdampar di pesisir pantai tanpa keberadaan korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat, yang selanjutnya memicu operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan.

Selama dua hari, pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan dan pesisir sekitar lokasi kejadian. Tim SAR mengerahkan satu unit rubber boat beserta sejumlah personel untuk memperluas area pencarian.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Kadek Donny Indrawan, mengatakan proses pencarian berlangsung intensif hingga akhirnya tim menerima laporan dari seorang nelayan yang melihat benda mencurigakan mengapung di sekitar kawasan mangrove.

“Pada saat kami melakukan proses pencarian, kami mendapatkan informasi dari warga yang berada di area mangrove. Mereka mencurigai ada sesuatu yang mengapung, dan setelah kami lakukan pengecekan ternyata benar merupakan korban yang hilang sejak kemarin. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya kami melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans,” ujar Donny.

Baca Juga :  Prabowo: Indonesia Siap Kirim Pasukan ke Gaza, Dorong Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Abadi

Menurut Donny, lokasi penemuan korban berada sekitar lima meter ke arah tenggara dari titik ditemukannya speedboat yang digunakan korban. Jarak yang relatif dekat tersebut memperkuat dugaan bahwa korban tidak sempat menjauh dari lokasi kejadian sebelum akhirnya tenggelam.

Usai dievakuasi dari perairan, jenazah dibawa ke darat untuk dilakukan proses identifikasi berdasarkan ciri-ciri fisik oleh pihak keluarga. Selanjutnya, korban diserahkan kepada keluarga untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai aspek keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari. Kondisi fisik dan mental seseorang sebelum mengoperasikan perahu atau speedboat juga menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan pelayaran.

Baca Juga :   Arus Balik Padati Pelabuhan Lembar, Pemotor Rela Antre Berjam-jam ke Bali

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti meninggalnya korban. Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Operasi pencarian yang melibatkan Tim SAR gabungan akhirnya resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kembali ke kesatuannya masing-masing setelah proses evakuasi selesai dilakukan. (S. Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *