Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Dusun Kambeng Barat, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.36 WITA. Terjangan angin yang datang secara tiba-tiba menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atap sehingga tidak lagi aman untuk dihuni.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak tiga kepala keluarga atau delapan jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Hingga kini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, warga terdampak masing-masing adalah Muslimah dengan tiga anggota keluarga, Sahibullah sebanyak dua jiwa, dan Sahirullah dengan tiga jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, ST., MT, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat setelah menerima laporan kejadian untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
“BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat terkait dampak kejadian serta langkah-langkah penanganan darurat yang sedang dilakukan di lokasi,” ujar Sadimin.
Di tingkat kabupaten, BPBD Lombok Barat bersama Pemerintah Desa Sekotong Timur telah melakukan asesmen lapangan guna mendata korban terdampak sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan. Pendataan tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan penanganan lanjutan.
Selain melakukan pendataan, petugas juga menyusun laporan perkembangan kondisi di lapangan sebagai bagian dari upaya percepatan respons bencana.
Sementara itu, kebutuhan paling mendesak bagi warga yang terdampak meliputi terpal untuk penutup sementara rumah yang rusak, tikar, selimut, serta makanan siap saji. Bantuan tersebut dibutuhkan agar para korban dapat memenuhi kebutuhan dasar selama masih berada di lokasi pengungsian sementara.
Hingga Rabu malam, seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan belum dapat kembali menempati tempat tinggal mereka karena kondisi bangunan dinilai belum aman. Mereka memilih mengungsi ke rumah sanak saudara sambil menunggu perbaikan.
BPBD Kabupaten Lombok Barat masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sekotong Timur untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera dipenuhi sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat berikutnya.
BPBD Provinsi NTB juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Angin kencang berisiko menimbulkan pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, gangguan jaringan listrik, hingga membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang rapuh saat angin bertiup kencang. Selain itu, warga diimbau memastikan atap rumah, genteng, spanduk, dan benda-benda lain yang berpotensi terbawa angin telah diamankan.
Pengendara, khususnya pengguna sepeda motor dan kendaraan berukuran tinggi, juga diminta lebih berhati-hati saat melintas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Sementara bagi nelayan dan masyarakat pesisir, BPBD mengingatkan agar selalu memantau informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas di laut.
“Selalu pantau informasi cuaca resmi dari instansi berwenang. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem,” kata Sadimin.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pohon tumbang atau kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas. Langkah cepat dalam pelaporan dinilai penting untuk mengurangi dampak yang lebih luas apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.














