Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Warga Dusun Geripak, Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja ditelantarkan di bawah pohon pisang, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup setelah warga mendengar suara tangisan usai menunaikan salat Subuh.
Penemuan itu segera dilaporkan kepada aparat desa dan Bhabinkamtibmas. Personel Polsek Gunungsari yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Penimbung guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, mengatakan, saksi awalnya mendengar suara tangisan yang berasal dari area kebun di sekitar permukiman. Karena merasa curiga, saksi kemudian menelusuri sumber suara hingga menemukan seorang bayi laki-laki tergeletak di bawah pohon pisang.
“Saksi kemudian mencari sumber suara dan menemukan seorang bayi laki-laki masih hidup di bawah pohon pisang. Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan perangkat desa,” ujar Iptu Ida Bagus Adnyana Putra.
Saat ditemukan, bayi dibungkus menggunakan sehelai jilbab berwarna cokelat. Kondisi tubuhnya terlihat bersih dengan tali pusar yang sudah terpotong. Namun, bagian kepala masih tampak lembab disertai sisa air ketuban, sementara bercak darah terlihat pada kedua pahanya. Kondisi tersebut mengindikasikan bayi baru saja dilahirkan sebelum ditinggalkan di lokasi penemuan.
Menindaklanjuti laporan warga, personel SPKT II bersama piket fungsi yang dipimpin Wakapolsek Gunungsari Iptu Ramli bergerak cepat menuju lokasi. Selain mengamankan TKP, petugas memastikan kondisi bayi tetap stabil selama proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Penimbung menunjukkan kondisi bayi cukup stabil. Tim kesehatan mencatat berat badan bayi mencapai 2.300 gram, panjang tubuh 50 sentimeter, lingkar kepala 31 sentimeter, lingkar dada 32 sentimeter, lingkar lengan 10 sentimeter, serta kadar oksigen dalam darah berada pada angka 95 persen. Bayi kini masih menjalani perawatan dan observasi oleh tenaga medis.
Polisi kini memfokuskan penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, hingga koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
“Kami telah mengamankan lokasi, berkoordinasi dengan UPT PPA Lombok Barat, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa. Penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap pelaku dan motif penelantaran bayi ini,” tegas Kapolsek Gunungsari.
Selain menggali keterangan dari saksi yang pertama kali menemukan bayi, penyidik juga membuka kemungkinan menelusuri informasi dari warga sekitar untuk mengetahui aktivitas mencurigakan sebelum penemuan tersebut.
Polsek Gunungsari mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas orang tua bayi maupun memiliki informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut agar segera melapor kepada kepolisian. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat proses penyelidikan sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menambah daftar peristiwa penelantaran bayi yang menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan perlindungan terhadap bayi sebagai korban sekaligus mengungkap motif di balik aksi tersebut.













