Lombok Utara, Jurnalekbis.com- Evakuasi seorang pendaki remaja yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 100 meter di jalur pendakian Torean, Gunung Rinjani, berlangsung dramatis. Medan yang curam, berbatu, dan berada di kawasan atas Shelter Kebun Jeruk sebelum Banyu Urip membuat tim SAR gabungan harus bekerja ekstra hingga korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui berinisial I G A (17), warga Desa Karang Tangkeban, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Remaja tersebut dilaporkan terjatuh pada Senin (27/7) malam saat mendaki bersama rombongannya. Sebelumnya, kelompok pendaki itu memulai perjalanan menuju Gunung Rinjani melalui jalur Torean pada Minggu (26/7).
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Mataram dari anggota Polisi Kehutanan (Polhut) bernama Gede sesaat setelah insiden terjadi. Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Mataram segera mengerahkan tim rescue bersama Unit Siaga SAR Bangsal menuju lokasi.
Tim membawa berbagai perlengkapan pendukung operasi penyelamatan, mulai dari peralatan mountaineering, perangkat evakuasi vertikal, alat komunikasi, perlengkapan medis, hingga peralatan pendukung lainnya untuk menghadapi kondisi medan yang berat.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Lokasi korban berada di dasar jurang dengan kontur lereng yang curam dan dipenuhi bebatuan. Kondisi tersebut memaksa petugas menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali agar proses pengangkatan korban dapat dilakukan dengan aman.
Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mengatakan tim akhirnya berhasil menjangkau korban setelah bekerja di medan yang sangat menantang.
“Posisi korban yang terjatuh di jalur pendakian Torean tepatnya di Kebun Jeruk. Kemudian korban berhasil diserahterimakan kepada Kepala Resort Torean pada pukul 17.00 dengan kondisi MD (Meninggal Dunia). Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Senaru,” ujar I Gusti Komang Aryadana.
Setelah dievakuasi dari dasar jurang, jenazah korban dibawa menuju jalur pendakian menggunakan tandu sebelum diserahkan kepada petugas Resort Torean. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Senaru untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur pendakian Torean dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan karakteristik tebing curam, jalur sempit, serta sejumlah titik yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Pendaki diimbau selalu mematuhi arahan petugas, menggunakan perlengkapan yang sesuai, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan selama melakukan pendakian.
Operasi evakuasi melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, Polisi Kehutanan, petugas Resort Torean, serta sejumlah unsur pendukung lainnya. Sinergi seluruh personel memungkinkan proses evakuasi dapat diselesaikan meski dihadapkan pada medan ekstrem dan risiko tinggi.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di kawasan pendakian Gunung Rinjani yang memiliki jalur dengan tantangan alam cukup berat. Para pendaki diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca maupun medan dinilai berisiko.













