53 Warga Bilebante Digembleng Jadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika

53 Warga Bilebante Digembleng Jadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Sebanyak 53 warga Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat pelatihan hospitality sebagai persiapan menyambut wisatawan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di kawasan The Mandalika.

Pelatihan bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I Tahun 2026 tersebut digelar PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) pada 5–7 Agustus 2026.

Program ini tidak sekadar mengajarkan cara bersikap ramah kepada wisatawan. Peserta dibekali kemampuan komunikasi, pemahaman sadar wisata, hingga cara memberikan pelayanan yang mampu menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung.

Bagi desa wisata, kemampuan masyarakat menjadi bagian penting dari kualitas destinasi. Infrastruktur dan daya tarik wisata tidak akan cukup apabila wisatawan tidak mendapatkan pelayanan yang baik ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan peningkatan kualitas destinasi harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia.

Baca Juga :  Bulog NTB Salurkan Bantuan Beras Fortivit Sebanyak 7,650 Kg, Untuk Cegah Stunting

“Pengembangan destinasi yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” kata Pari.

Menurut dia, IHH diarahkan untuk membangun budaya hospitality di tengah masyarakat sehingga setiap interaksi dengan wisatawan dapat meninggalkan pengalaman positif.

“Pelayanan yang berkualitas akan memperkuat daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Peserta Berasal dari Berbagai Profesi

Sebanyak 53 peserta pelatihan berasal dari lingkungan Desa Wisata Hijau Bilebante. Mereka memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pemandu wisata, pemilik homestay, pengelola destinasi, pelaku UMKM, penjahit, terapis spa, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga wiraswasta.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pelayanan wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku usaha pariwisata. Ekosistem desa wisata melibatkan berbagai profesi yang berpotensi berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan wisatawan.

Menariknya, pelatihan juga melibatkan masyarakat lokal yang sebelumnya telah mengikuti Training on Trainer (ToT) InJourney. Malik Abdul Aziz, warga desa penyangga The Mandalika, kini dipercaya menjadi trainer bagi peserta IHH.

Baca Juga :  GT World Challenge Asia 2025: Balapan Roda Empat Perdana di Mandalika

Model tersebut membuat proses peningkatan kapasitas tidak berhenti pada peserta yang telah mendapatkan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh dapat ditularkan kembali kepada masyarakat di lingkungan destinasi.

Penggerak UMKM Putri Rinjani, Hj. Zainab, menjadi salah satu peserta yang mengikuti pelatihan. Ia menilai materi yang diberikan membuka pemahaman baru mengenai makna hospitality.

“Hospitality bukan hanya tentang bersikap ramah, tetapi juga memahami kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat mereka merasa nyaman,” kata Zainab.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas wisata sekaligus membantu memperkenalkan potensi Desa Wisata Hijau Bilebante kepada lebih banyak pengunjung.

Disiapkan Menyambut MotoGP Mandalika

Pelaksanaan IHH Batch I 2026 menjadi bagian dari rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Momentum tersebut membuat kesiapan masyarakat menjadi semakin penting karena gelaran balap internasional di The Mandalika berpotensi meningkatkan mobilitas wisatawan menuju Lombok.

Baca Juga :  ITDC dan MGPA Diminta Angkat Kaki oleh Aktivis Lombok Tengah, Ini Alasannya

ITDC menggandeng Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Pringgarata dan Pemerintah Desa Bilebante.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus memastikan desa wisata memiliki sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan secara profesional.

Bagi Bilebante, penguatan hospitality bukan hanya persiapan menghadapi satu agenda pariwisata. Kemampuan masyarakat melayani wisatawan menjadi modal jangka panjang untuk meningkatkan daya saing desa dan memperbesar manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *