Zita Anjani Gandeng BULOG Bantu Warga Sade, Pastikan Kebutuhan Pangan Terpenuhi

Zita Anjani Gandeng BULOG Bantu Warga Sade, Pastikan Kebutuhan Pangan Terpenuhi

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pascakebakaran mulai mendapat perhatian lintas sektor. Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani turun langsung meninjau kondisi warga sekaligus mendorong percepatan penanganan di kawasan adat yang menjadi salah satu tujuan wisata budaya Indonesia.

Dalam kunjungannya, Zita melihat langsung kawasan yang terdampak dan berdialog dengan masyarakat serta pihak terkait. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, terutama ketersediaan pangan dan dukungan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Zita menilai pemulihan Sade tidak hanya berkaitan dengan bangunan yang rusak akibat kebakaran. Desa adat tersebut memiliki nilai budaya dan pariwisata yang perlu dijaga.

“Pemerintah akan mengupayakan restorasi percepatan untuk pemulihan Desa Sade. Hari ini kami hadir dan menyediakan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum yang melayani masyarakat terdampak,” ujar Zita.

Baca Juga :  Tabungan Warga NTB Tembus Rp50,8 Triliun, LPS: 99,99 Persen Simpanan Dijamin

Dukungan pangan tersebut dilakukan bersama Perum BULOG, dengan melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah. Bantuan diarahkan untuk menopang kebutuhan dapur umum yang melayani warga selama proses penanganan berlangsung.

BULOG menyiapkan 1.000 kilogram beras, 300 liter minyak goreng, 25 kilogram gula, serta 20 dus mi instan.

Bagi warga yang tengah menghadapi situasi darurat, bantuan tersebut menjadi kebutuhan mendasar. Dapur umum menjadi salah satu titik penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan makanan selama aktivitas pemulihan berjalan.

Sinergi lintas lembaga juga dinilai penting agar bantuan tidak berhenti pada tahap distribusi pangan. Penanganan perlu berlanjut pada pemulihan kehidupan masyarakat, perbaikan kawasan terdampak, hingga upaya menghidupkan kembali aktivitas pariwisata.

Baca Juga :  FORNAS VIII NTB 2025 Siap Digelar Megah: Perpaduan Budaya, Teknologi, dan Semangat Kebangsaan

Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu representasi budaya Sasak di Lombok. Rumah tradisional, kehidupan komunitas, kerajinan, serta tradisi masyarakat menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut.

Karena itu, kebakaran di Sade membawa dampak yang lebih luas daripada kerugian material. Pemulihan kawasan menyangkut keberlanjutan ruang hidup masyarakat sekaligus pelestarian warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas Lombok dan Indonesia.

Kunjungan Zita bersama BULOG, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan warga dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Di tengah puing-puing kebakaran, perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari warga menjadi langkah awal. Namun, harapan yang lebih besar kini adalah bagaimana Desa Adat Sade dapat kembali bangkit tanpa kehilangan karakter budaya yang selama ini membuatnya dikenal hingga mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *