BI Siapkan Transaksi QRIS untuk Penonton MotoGP Mandalika

BI Siapkan Transaksi QRIS untuk Penonton MotoGP Mandalika

Mataram, Jurnalekbis.com— Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan dukungan transaksi nontunai bagi wisatawan asing yang datang menyaksikan MotoGP Mandalika 2026. Sistem pembayaran melalui QRIS antarnegara menjadi salah satu fasilitas yang didorong untuk membuat pengalaman penonton mancanegara lebih mudah selama berada di Lombok.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTB Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, pihaknya siap kembali mendukung penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, termasuk melalui penguatan ekosistem pembayaran digital.

“Penyelenggaraan MotoGP pastinya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kami siap mendukung perhelatan tersebut,” kata Hario, Jumat (4/9).

Menurutnya, kemudahan transaksi menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan. Terlebih, penonton MotoGP tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga berbagai negara yang telah memiliki kerja sama pembayaran QR lintas negara dengan Indonesia.

Hario menyebut sejumlah negara yang dapat memanfaatkan layanan tersebut antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, China, dan Jepang.

Dengan fasilitas QRIS Cross-Border, wisatawan dari negara-negara tersebut dapat melakukan transaksi menggunakan sistem pembayaran berbasis kode QR yang telah terhubung antarnegara.

“Sehingga tentunya dengan mereka semakin nyaman dalam menonton MotoGP, serta bisa bertransaksi menggunakan QR Code,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Bumi, PLN Hijaukan Pesisir Sugian

BI melihat kemudahan pembayaran bukan sekadar persoalan transaksi saat event berlangsung. Pengalaman wisatawan selama berada di Lombok juga diharapkan dapat mendorong kunjungan kembali pada masa mendatang.

Hario menilai pengalaman positif selama menyaksikan MotoGP dapat menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan tertarik kembali datang ke NTB.

“Ini kemudahan experience atau pengalaman mereka dalam menonton MotoGP bisa bagus, sehingga kemudian bisa menarik kunjungan-kunjungan mereka di kemudian hari,” katanya.

Wisatawan Eropa Tetap Dilayani

Namun, tidak seluruh wisatawan mancanegara yang datang ke MotoGP berasal dari negara yang sudah terkoneksi dengan QRIS Cross-Border.

Untuk wisatawan dari negara-negara Eropa atau negara lain yang belum memiliki fasilitas pembayaran QRIS antarnegara, BI akan berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan transaksi nontunai tetap dapat dilakukan.

Hario mengatakan koordinasi dengan sektor perbankan menjadi bagian dari persiapan pelayanan pembayaran selama gelaran MotoGP.

“Pastinya kita berkoordinasi juga dengan perbankan ya, terkait dengan bagaimana bisa menerima pembayaran nontunai,” ujarnya.

Selain pembayaran digital, layanan penukaran valuta asing juga disiapkan sebagai alternatif bagi wisatawan yang masih membutuhkan transaksi menggunakan uang tunai.

Baca Juga :  Jangan Panik Saat Ban Selip! Kenali 3 Jenis Skid yang Sering Bikin Pengendara Terjatuh

“Kalaupun masih menggunakan tunai, ya pastinya kita ada kegiatan penukaran uang asing ya, untuk bisa memberikan pelayanan yang baik juga kepada seluruh tamu yang akan datang,” kata Hario.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat karakter penonton MotoGP Mandalika cukup beragam. Wisatawan dari berbagai negara membutuhkan pilihan pembayaran yang fleksibel, baik melalui sistem digital maupun uang tunai.

UMKM NTB Akan Dilibatkan

Dukungan BI terhadap MotoGP Mandalika tidak hanya menyasar sistem pembayaran. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diproyeksikan mendapat ruang dalam rangkaian kegiatan.

BI NTB berencana menghadirkan bazar UMKM sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP. Produk lokal NTB nantinya dapat diperkenalkan kepada penonton yang datang ke kawasan sirkuit.

Hario mengatakan produk yang ditampilkan dapat mencakup berbagai produk unggulan daerah, termasuk makanan dan minuman.

“Di mana nanti kita bisa menampilkan produk-produk dari NTB kepada nantinya para penonton yang hadir di situ,” tuturnya.

Meski demikian, BI belum menetapkan jumlah UMKM yang akan dilibatkan. Penentuan jumlah peserta, lokasi bazar, serta konsep kegiatan masih dibahas bersama pihak penyelenggara.

Hario mengatakan pembahasan dilakukan bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan panitia MotoGP.

Baca Juga :  Top 10 Saham Tercuan Meledak, IHSG Tergerus, Kapitalisasi Pasar BEI Menguap Rp 500 Triliun!

“Untuk UMKM-nya sendiri, tentunya kami masih akan berdiskusi dulu dengan pihak panitia, termasuk tempatnya di mana, lokasinya di mana, terus bentuk kegiatan seperti apa,” katanya.

Hingga kini, pembahasan mengenai keterlibatan UMKM tersebut masih berlangsung. BI NTB masih menunggu kesepakatan bersama dengan ITDC dan penyelenggara mengenai format kegiatan yang paling sesuai.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya dipandang sebagai agenda olahraga internasional, tetapi juga sebagai momentum memperluas transaksi digital sekaligus memperkenalkan produk lokal NTB kepada pasar wisatawan mancanegara.

Bagi BI, kemudahan pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang lebih nyaman. Sementara bagi pelaku UMKM, kehadiran penonton dari berbagai negara membuka peluang untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk lokal NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *