Kebakaran Besar di Lingkar Selatan, Api Nyaris Dekati Permukiman

Kebakaran Besar di Lingkar Selatan, Api Nyaris Dekati Permukiman
Kebakaran Besar di Lingkar Selatan, Api Nyaris Dekati Permukiman

Mataram, Jurnalekbis.com — Kebakaran hebat melanda lahan kering seluas sekitar 15 hektare milik sebuah perusahaan perumahan di kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/9/2026).

Lokasi kebakaran berada di belakang Kantor Wali Kota Mataram dan diapit kawasan permukiman serta sejumlah perkantoran. Kondisi itu membuat warga sekitar panik karena kobaran api dengan cepat menjalar akibat tiupan angin kencang dan banyaknya rumput kering.

Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Sebanyak 11 unit kendaraan pemadam kebakaran gabungan dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas tujuh unit Damkar Kota Mataram, tiga unit Damkar Lombok Barat dan satu unit Damkar Provinsi NTB.

Baca Juga :  Minibus Tertimpa Pohon Tuan di Jalan Labuapi Lombok Barat

Polda NTB juga mengerahkan enam kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) serta satu kendaraan khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Strategi petugas mengepung titik api dari berbagai arah berhasil mencegah kobaran meluas ke kawasan permukiman dan perkantoran.

Direktur Samapta Polda NTB Kombes Pol Joko Adi mengatakan, kepolisian mengerahkan lebih dari 120 personel untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi.

“Dari gabungan Polda terdiri dari Brimob dan Ditsamapta. Lalu dari Polresta Mataram ada Ditsamapta dan Satsamapta. Jumlah saat ini sekitar 120-an lebih,” kata Joko.

Personel Dalmas dan Gasum turut diterjunkan. Polisi dari sejumlah fungsi di Polresta Mataram, termasuk Intel, Reskrim dan jajaran Polsek, juga ikut membantu petugas di lapangan.

Baca Juga :  Sinergi Lapas dan Polda NTB: Perang Melawan Narkoba

Menurut Joko, kepolisian menurunkan enam AWC dari unsur Brimob, Polda NTB dan Polresta Mataram. Satu kendaraan Karhutla milik Polda NTB juga ikut memperkuat proses pemadaman.

“Total ada enam AWC, lalu ditambah satu kendaraan Karhutla dari Polda,” ujarnya.

Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api utama berhasil dipadamkan, Damkar bersama ratusan personel kepolisian dan BPBD Kota Mataram melanjutkan proses pendinginan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran. Angin kencang dan kepulan asap di sejumlah titik membuat petugas tetap melakukan penyisiran di area terdampak.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Polisi masih menangani kasus tersebut dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Baca Juga :  Destinasi Wisata Alam Taman Nasional Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Salah seorang petugas keamanan perumahan mengatakan, asap tebal pertama kali terlihat dari area belakang gudang The Botol. Tidak lama kemudian, api menjalar ke hamparan lahan kering di belakang Kantor Wali Kota Mataram.

Polisi masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari sejumlah pihak untuk memastikan penyebab kebakaran lahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *