Ayah dan Dua Anak Tewas di Bungalow Bali, Polisi Selidiki

Ayah dan Dua Anak Tewas di Bungalow Bali, Polisi Selidiki
Ayah dan Dua Anak Tewas di Bungalow Bali, Polisi Selidiki

DENPASAR, Jurnalekbis.com – Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) bersama dua anaknya, ADS (7) dan LKS (4), ditemukan meninggal dunia di sebuah bungalow di Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/9/2026).

Polisi menemukan ketiga korban sekitar pukul 10.14 WITA setelah warga mengecek bungalow tersebut. Pemeriksaan awal juga menemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua jenazah anak.

Petugas Polresta Denpasar dan Polsek Kuta kini menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap penyebab kematian serta rangkaian peristiwa sebelum ketiga korban ditemukan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adhi Saputra membenarkan penemuan tiga jenazah tersebut. Menurut dia, kasus itu terungkap setelah istri korban yang berada di Jakarta tidak dapat menghubungi suami dan kedua anaknya.

Istri korban kemudian meminta bantuan rekannya yang berada di Bali untuk mengecek kondisi keluarganya.

“Ya, memang benar laporan itu dari istri korban, yang menghubungi rekannya yang berada di sana menyuruh untuk ngecek suami dan anak-anaknya yang berada di bungalow tempat mereka tinggal,” kata Iptu I Gede Adhi Saputra.

Berawal dari Telepon Istri Korban

Rekan korban, Nur Khamid (51), menerima telepon tersebut dan langsung mendatangi bungalow sekitar pukul 08.30 WITA.

Saat tiba di lokasi, Nur Khamid mencoba melihat kondisi bagian dalam melalui jendela. Namun, dia tidak melihat aktivitas ataupun keberadaan penghuni bungalow.

Merasa curiga, Nur Khamid kemudian menemui pemilik bungalow dan menyampaikan kondisi tersebut. Keduanya lalu kembali ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Mereka mengetuk pintu dan berusaha memastikan keberadaan korban. Namun, tidak ada respons dari dalam.

Pemilik bungalow akhirnya menghubungi Kelian Lingkungan untuk meminta bantuan.

Tidak lama kemudian, Kelian Lingkungan bersama sejumlah warga tiba di lokasi. Mereka kembali mengetuk dan menggedor pintu sambil memanggil penghuni.

Tetap tidak ada jawaban.

Karena khawatir terjadi sesuatu, warga akhirnya membuka pintu secara paksa. Saat masuk, mereka menemukan SDJ bersama dua anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Polisi Periksa TKP dan CCTV

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap kondisi ketiga korban.

Polisi kemudian mengevakuasi seluruh jenazah ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua jenazah anak. Namun, temuan tersebut belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kematian.

Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di bungalow tersebut.

Selain melakukan olah TKP, polisi memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Petugas juga memasang garis polisi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Istri korban juga menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk membantu penyidik menyusun kronologi secara utuh.

“Kemudian rekan korban bersama-sama dengan pemilik bungalow dan juga kepala lingkungan mengecek bungalow tersebut dan ditemukan ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Adhi.

Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian ayah dan kedua anak tersebut.

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah serta mencocokkan temuan di lokasi dengan keterangan para saksi dan rekaman CCTV.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya rangkaian peristiwa tertentu sebelum ketiga korban ditemukan.

Kasus ini mendapat perhatian karena salah satu korban merupakan warga negara Australia. Kepolisian telah berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, identitas dua anak korban tercatat sebagai ADS (7) dan LKS (4), keduanya merupakan warga negara Indonesia.

Sampai saat ini, penyidik masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti kematian ketiga korban. Polisi juga belum menyampaikan kesimpulan mengenai dugaan tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Penyelidikan akan terus berlanjut berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta pemeriksaan medis terhadap ketiga jenazah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *