Lombok Tengah, Jurnalekbis.com- Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kesiapan kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang. Penguatan ini difokuskan pada sistem keamanan, keselamatan, serta layanan keimigrasian guna mengantisipasi peningkatan aktivitas wisatawan, pelaku usaha, penyelenggara event, dan stakeholder internasional seiring bertransisinya kawasan tersebut menjadi destinasi sportstainment berstandar global.
Sinergi Pengamanan dan Kesiapsiagaan Darurat
Dalam aspek keselamatan dan penanggulangan darurat, ITDC menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah. Ruang lingkup kerja sama strategis ini mencakup pencegahan dan penanggulangan kebakaran, identifikasi serta pemetaan area berisiko, pemeriksaan berkala sarana proteksi kebakaran dan jalur evakuasi, hingga operasi pemadaman serta pencarian dan penyelamatan korban (search and rescue).
Selain itu, program ini juga melibatkan pelatihan serta simulasi kesiapsiagaan darurat yang ditujukan bagi para pekerja, masyarakat lokal, dan tenant yang beroperasi di dalam kawasan. Sebagai wujud nyata dukungan operasional, ITDC turut memperkuat fasilitas Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang terletak di Zona Barat KEK Mandalika sebagai bagian dari sistem respons cepat menghadapi potensi kondisi darurat.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menjelaskan bahwa kesiapan keamanan dan keselamatan merupakan pilar fundamental dalam pengelolaan destinasi pariwisata, terutama di tengah meningkatnya intensitas kunjungan dan penyelenggaraan event internasional.
“Saat sebuah kawasan berkembang menjadi sportstainment destination berstandar internasional, destination readiness tidak hanya pada pemenuhan standar venue dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana kami memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan layanan publik berjalan dengan baik. Karena itu, kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi bagian penting untuk memastikan The Mandalika siap menghadapi berbagai kondisi, baik dalam operasional sehari-hari maupun ketika kawasan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional,” ujar Pari.
Kemudahan Akses Layanan Keimigrasian
Untuk menjawab kebutuhan mobilitas global di kawasan ekonomi khusus ini, ITDC menjalin kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Langkah ini direalisasikan melalui penyediaan ruang layanan keimigrasian yang berlokasi di area sentral parkir Bazaar Mandalika.
Layanan keimigrasian tersebut dijadwalkan beroperasi secara rutin minimal dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Berbagai jenis layanan yang dapat diakses meliputi pengurusan izin tinggal, perubahan status keimigrasian, perpanjangan visa kunjungan, Exit Permit Only (EPO), Tanda Bukti Pendaftaran (TSP), pembaruan data atau aktivitas, serta layanan informasi dan konsultasi keimigrasian.
Kehadiran titik layanan terpadu ini memungkinkan wisatawan mancanegara, tenaga kerja asing, pelaku usaha, serta pihak penyelenggara event untuk mengurus administrasi keimigrasian secara lebih dekat dan efisien tanpa harus meninggalkan kawasan The Mandalika. Inisiatif ini sekaligus dihadirkan guna menciptakan iklim investasi dan pariwisata yang kian kondusif.
Kolaborasi Strategis Bersama Kepolisian
Selain mitigasi darurat dan administrasi keimigrasian, penguatan aspek keamanan operasional harian dan kontinjensi turut diperkuat melalui kerja sama resmi antara ITDC dengan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB). Cakupan kerja sama dengan aparat penegak hukum ini meliputi bantuan pengamanan operasional, penanganan kondisi kontinjensi, program sosialisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi sarana dan prasarana pendukung pengamanan, pengawasan, pengendalian, hingga dukungan penuh pada aspek penegakan hukum di kawasan.
Pari menambahkan bahwa rangkaian penguatan lintas instansi ini membuktikan komitmen pengelola dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan daya tarik ekonomi pariwisata dengan penciptaan ekosistem kawasan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna.
“Pertumbuhan destinasi harus berjalan beriringan dengan kesiapan ekosistemnya. Wisatawan membutuhkan rasa aman, pelaku usaha membutuhkan iklim investasi yang kondusif, penyelenggara event membutuhkan kepastian dan jaminan keamanan, sementara stakeholder internasional membutuhkan layanan yang bisa mendukung aktivitas mereka. Karena itu, kami membangun kolaborasi lintas instansi sebagai bagian dari upaya memperkuat pondasi The Mandalika sebagai integrated tourism destination berstandar internasional yang siap menerima berbagai aktivitas berskala nasional maupun internasional,” jelas Pari.
Melalui konsistensi penguatan pada sektor kesiapsiagaan, layanan keimigrasian, dan keamanan terpadu, ITDC terus memperkokoh sinergi antar pemangku kepentingan guna mengukuhkan posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination.













