Kopi Arabika Sajang Diburu Pasar, Produksi Baru 5 Ton, Jepang Mulai Melirik

Kopi Arabika Sajang Diburu Pasar, Produksi Baru 5 Ton, Jepang Mulai Melirik
Kopi Arabika Sajang Diburu Pasar, Produksi Baru 5 Ton, Jepang Mulai Melirik
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com – Kopi Arabika Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadapi peluang pasar yang besar di tengah keterbatasan produksi. Permintaan dari pasar lokal hingga luar Pulau Lombok terus berdatangan, tetapi petani belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembeli.

Anggota Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia, Ruslan, mengatakan kelompoknya menghasilkan sekitar 5 ton kopi Arabika sepanjang 2026. Sementara itu, produksi Arabika di seluruh wilayah Sajang diperkirakan mencapai 18–19 ton.

“Di Sembalun saja permintaan sebenarnya besar juga, belum dari luar-luar Pulau Lombok juga banyak,” kata Ruslan, Senin (12/10).

Kopi Arabika Sajang Diburu Pasar, Produksi Baru 5 Ton, Jepang Mulai Melirik

Kondisi tersebut membuat petani memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Stok biji kopi Arabika atau green bean bahkan semakin terbatas karena sebagian hasil panen digunakan untuk produksi kopi bubuk dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Rinjani.

Robusta Tembus Pasar Korea Selatan

Berbeda dengan Arabika, produksi Robusta kelompok tersebut mencapai sekitar 50 ton per tahun. Volume yang lebih besar membuka peluang pemasaran ke luar daerah maupun pasar ekspor.

Pada Agustus 2026, kelompok itu mengirim 3 ton kopi Robusta ke Korea Selatan. Namun, Ruslan menyebut kerja sama tersebut masih menggunakan sistem kontrak putus, yakni transaksi selesai setelah barang diserahkan dan pembayaran diterima.

Petani belum memilih kontrak jangka panjang karena khawatir tidak mampu memenuhi volume pesanan secara konsisten dan menghadapi penalti.

“Kami masih dalam kontrak putus saja. Ada barang, bayar, sudah selesai,” ujarnya.

Peluang lain datang dari Jepang. Ruslan mengatakan pihaknya telah menerima penawaran untuk kopi Arabika dalam bentuk green bean. Namun, negosiasi harga masih berlangsung dan keterbatasan stok membuat transaksi belum terealisasi.

Bank Indonesia Dorong Kualitas dan Ekspor

Konsultan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Edy Suhardiman, menjelaskan Sajang merupakan salah satu wilayah binaan BI yang memiliki potensi mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan ekspor.

Menurut Edy, kopi Sajang memiliki dua varietas utama, yakni Arabika dan Robusta. Kelompok tani kini berupaya memperbanyak tanaman Arabika yang produksinya semakin terbatas.

“BI mendorong pengembangan dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, peningkatan kualitas panen, penanganan pascapanen, hingga pengolahan produk,” jelasnya.

Salah satu edukasi penting menyangkut pemetikan buah kopi merah. Praktik mencampur buah merah, kuning, dan hijau saat panen dapat menurunkan konsistensi kualitas biji.

“Pasca-panen ini penting. Kenapa? Itu menentukan kualitas,” kata Edy.

Ia berharap penguatan kelompok tani mampu meningkatkan daya saing kopi Sembalun di pasar domestik maupun internasional.

Materi Iklan FINAL 2026

Kopi Arabika Sajang Diburu Pasar, Produksi Baru 5 Ton, Jepang Mulai Melirik

Petani Pilih Pola Tumpangsari

Di tingkat budidaya, kelompok tani Sajang mengembangkan pola tumpangsari dengan memadukan kopi dan tanaman alpukat. Strategi ini membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas ketika harga pasar berfluktuasi.

Kelompok juga menyemai bibit secara mandiri, termasuk varietas Ateng Super dan Ateng Janda, untuk mendukung perluasan tanaman kopi.

Ruslan menilai prospek produksi Arabika cukup menjanjikan. Tanaman yang ditanam dalam beberapa tahun terakhir mulai memasuki fase produktif.

Dalam tiga tahun terakhir, harga kopi yang relatif baik turut mendorong petani memperluas penanaman. Meski demikian, peningkatan produksi perlu berjalan seiring dengan konsistensi kualitas dan kepastian pasar.

Bagi Sajang, tantangannya kini bukan sekadar menjual kopi, melainkan menjaga identitas asal, memenuhi permintaan, dan membangun kapasitas produksi yang berkelanjutan. Dengan dukungan pembinaan dan penguatan rantai pasok, kopi Arabika Sajang berpeluang memperluas pasar tanpa kehilangan karakter lokalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *