34 UMKM Siapkan 2,4 Juta Genteng, 600 Truk Dikerahkan

34 UMKM Siapkan 2,4 Juta Genteng, 600 Truk Dikerahkan
34 UMKM Siapkan 2,4 Juta Genteng, 600 Truk Dikerahkan
Materi Iklan FINAL 2026

Jakarta – Sebanyak 34 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Majalengka, Jawa Barat, menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat untuk mendukung program Gentengisasi pemerintah. Pengiriman dijadwalkan berlangsung pada 8 November melalui sekitar 600 truk dari Kecamatan Jatiwangi, Majalengka.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan rencana tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung kebutuhan material bangunan, tetapi juga membuka pasar bagi produk UMKM lokal.

Sebanyak 34 UMKM tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan kualitas dan keandalan produk genteng yang mereka hasilkan.

“34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria keandalan. Artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji,” kata Maruarar dalam keterangannya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pengiriman 2,4 juta genteng menggunakan sekitar 600 truk menjadi salah satu langkah pemerintah menggerakkan ekonomi daerah melalui pengadaan produk lokal.

Program Gentengisasi Bidik UMKM Daerah

Maruarar mengatakan, pemerintah ingin memberi kesempatan kepada UMKM di berbagai daerah untuk memasok kebutuhan material pembangunan di wilayah masing-masing.

Setelah Majalengka di Jawa Barat, pemerintah menyiapkan titik pengembangan UMKM genteng di Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Pemerintah juga berencana memperluas pemberdayaan UMKM ke sektor material lain, termasuk bata dan kayu.

Menurut Maruarar, pembinaan dan pendampingan menjadi faktor penting agar UMKM mampu memenuhi standar kualitas sekaligus memperoleh pesanan dalam jumlah besar.

Ia mencontohkan, tujuh bulan sebelumnya belum ada produsen genteng di Majalengka yang memiliki sertifikasi SNI. Kini, sebanyak 34 UMKM telah memenuhi persyaratan tersebut.

Maruarar berharap pesanan genteng dari UMKM Majalengka dapat meningkat menjadi sekitar 4 juta hingga 5 juta unit pada tahun depan.

“UMKM kita ini kalau dibina benar, dikasih kesempatan, bisa kok,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jabar untuk wilayah Jawa Barat, serta dukungan Kementerian Perindustrian dalam pemenuhan standar SNI.

Akad Massal Rumah Subsidi Digelar Desember

Selain program Gentengisasi, Maruarar melaporkan rencana akad massal rumah subsidi kepada Presiden Prabowo. Pemerintah menyiapkan kegiatan tersebut pada 17 Desember di Malang, Jawa Timur.

Program rumah subsidi itu menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah dengan pembiayaan terjangkau.

Maruarar menyebut pelaksanaan sebelumnya di Batang melibatkan sekitar 62.000 rumah subsidi yang tersebar di berbagai titik.

Materi Iklan FINAL 2026

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah meningkatkan target program bedah rumah dari 45.000 unit pada tahun lalu menjadi 400.000 unit pada tahun ini.

Pemerintah berharap program perumahan dan pemberdayaan UMKM dapat saling mendukung, mulai dari penyediaan material bangunan hingga pembangunan rumah bagi masyarakat.

Melalui dua program tersebut, pemerintah menargetkan perputaran ekonomi daerah meningkat, sementara UMKM lokal memperoleh kepastian pasar dan kesempatan memperluas kapasitas produksinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *