NewsNusantara

Depo Oli di Ampenan Mataram Ludes Terbakar, Damkar Pakai Deterjen Jinakkan Api

×

Depo Oli di Ampenan Mataram Ludes Terbakar, Damkar Pakai Deterjen Jinakkan Api

Sebarkan artikel ini
Depo Oli di Ampenan Mataram Ludes Terbakar, Damkar Pakai Deterjen Jinakkan Api

Mataram, Jurnalekbis.com – Sebuah depo oli di kawasan pertokoan Lingkungan Pelembak, Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, ludes terbakar pada Senin siang. Api diduga dipicu arus pendek listrik dan dengan cepat melalap seluruh isi bangunan hingga ke lantai dua karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam toko.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.20 Wita. Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api langsung melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Damkar Kota Mataram, Multazam, mengatakan pihaknya menerima laporan pertama sekitar pukul 10.35 Wita melalui emergency call. Tak lama berselang, laporan serupa kembali masuk sehingga petugas memastikan kondisi di lokasi dalam keadaan darurat.

“Kami mendapatkan laporan masyarakat sekitar pukul 10.35. Setelah itu ada lagi laporan kedua yang masuk. Kalau sudah dua kali laporan masuk, kami anggap itu keadaan darurat dan anggota langsung kami perintahkan menuju lokasi,” kata Multazam di lokasi kejadian, Senin.

Baca Juga :  Baju Ketinggalan Saat mencuri, Pencuri Ini Berhasil Dibekuk Polisi

Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Dari jumlah itu, 15 personel diterjunkan langsung ke lokasi dengan membawa tiga armada, terdiri dari satu kendaraan suplai air dan dua mobil pemadam.

Petugas yang saat itu sedang siaga di lapangan langsung bergerak menuju lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima. Menurut Multazam, proses pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 10.45 Wita.

Namun upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Material utama yang terbakar berupa oli membuat api sulit dikendalikan. Selain mudah menyala, oli juga menyebabkan kobaran api cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.

“Yang terbakar ini oli. Untuk kebakaran seperti itu idealnya menggunakan busa. Tetapi saat itu kendaraan pemadam yang membawa foam tidak tersedia di lokasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Gus Miftah Mundur: Keputusan Pribadi yang Mengharukan

Karena keterbatasan peralatan, petugas akhirnya menggunakan cara darurat agar api tidak semakin meluas. Damkar membeli deterjen dan sabun cuci untuk dicampur dengan air sebelum disemprotkan ke titik api.

“Kami langsung cari alternatif di sekitar lokasi. Anggota beli Rinso dan deterjen, lalu dicampur ke air dan kami semprotkan. Itu untuk membantu menahan penyebaran api sambil menunggu bantuan,” kata Multazam.

Selain armada dari Damkar Kota Mataram, bantuan juga datang dari Polda NTB yang mengirim dua unit mobil pemadam. Sejumlah kendaraan pemadam dari wilayah sekitar juga turut membantu meski tidak seluruhnya terkoordinasi sejak awal.

Kobaran api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 12.00 Wita atau lebih dari satu jam setelah proses pemadaman dimulai. Selama proses tersebut, petugas fokus mencegah api merembet ke bangunan lain di sisi kiri dan kanan toko.

“Kami harus terus mendinginkan bangunan di samping kiri dan kanan agar api tidak merembet. Karena kalau terlambat sedikit saja, bisa meluas ke pertokoan lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Sekotong Lombok Barat: 1 Tewas, 1 Rumah Hanyut

Petugas juga membuka ventilasi di bagian atas bangunan untuk mengurangi kepulan asap dan panas yang terjebak di dalam toko. Hingga siang hari, petugas masih melakukan pendinginan dan observasi terhadap bangunan di sekitar lokasi.

Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, aparat kepolisian bersama petugas Damkar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mendata total kerugian.

“Sementara belum ada korban jiwa. Dugaan awal memang karena arus pendek listrik, tetapi kami masih menunggu hasil investigasi bersama pihak kepolisian,” kata Multazam.

Akibat kebakaran itu, seluruh barang di dalam depo oli, baik di lantai satu maupun lantai dua, dilaporkan hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *