Mataram, Jurnalekbis.com – Sebuah benda asing berbentuk menyerupai torpedo ditemukan mengapung di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/4/2026). Temuan itu langsung diamankan TNI Angkatan Laut dan kini berada di Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Aseptri Prabowo mengatakan, benda tersebut pertama kali ditemukan nelayan bernama Arianto (28) sekitar pukul 08.00 Wita di Selat Gili Trawangan, sekitar 10 mil dari pesisir pulau wisata itu.
“Nelayan atas nama Arianto menemukan benda asing yang mencurigakan di perairan sekitar 10 mil dari Gili Trawangan. Karena khawatir, yang bersangkutan segera menghubungi anggota Pos Polisi Gili Trawangan,” kata Aseptri dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Setelah menerima laporan, aparat gabungan bersama warga mengevakuasi benda tersebut ke tepi pantai Gili Trawangan. Sekitar pukul 10.00 Wita, objek itu berhasil dibawa ke daratan dan langsung dipasang garis polisi untuk kepentingan investigasi awal.
Aseptri menyebut, hingga kini pihaknya masih menyebut temuan itu sebagai “benda asing” karena identifikasi teknis belum selesai dilakukan. Namun, secara visual, bentuknya menyerupai torpedo.
Dari hasil pengukuran awal, benda itu memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter sekitar 65 sentimeter. Kondisinya masih utuh saat ditemukan dan dipindahkan dari lokasi penemuan menuju Lanal Mataram.
“Kami mengamankan benda tersebut dengan sangat hati-hati sejak dari lokasi penemuan hingga dibawa ke Lanal. Penanganan dilakukan untuk memastikan kondisinya tetap seperti saat ditemukan,” ujarnya.
Pemeriksaan awal juga telah dilakukan oleh Tim Gegana kepolisian. Hasilnya, benda tersebut dipastikan tidak mengandung bahan peledak maupun zat radioaktif.
“Dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Gegana, objek ini tidak mengandung bahan peledak dan tidak terdapat zat radioaktif,” kata Aseptri.
Meski demikian, asal-usul, fungsi, hingga kemungkinan pemilik benda itu masih menjadi misteri. Pihak Lanal Mataram mengaku belum dapat memastikan apakah benda tersebut merupakan alat survei bawah laut, perangkat militer, atau bagian dari sistem tertentu yang hanyut di perairan NTB.
Aseptri mengungkapkan, pada bagian luar benda itu memang terdapat sejumlah tulisan. Namun, TNI AL belum dapat menyimpulkan apakah tulisan tersebut mengarah pada negara tertentu atau identitas pemiliknya.
“Memang ada tulisan pada benda tersebut. Tetapi apakah benar berasal dari negara tertentu atau tidak, kami belum bisa memastikan. Itu akan diteliti oleh tim ahli,” ujarnya.
Ia juga memastikan secara kasat mata tidak ditemukan kamera maupun perangkat elektronik di bagian luar benda tersebut. Namun, pihaknya belum melakukan pembongkaran karena menunggu pemeriksaan teknis oleh Mabesal.
Dalam waktu dekat, benda itu akan dibawa ke Jakarta untuk diteliti lebih mendalam oleh tim ahli dari Markas Besar TNI AL. Pemeriksaan akan difokuskan pada fungsi, cara kerja, dan kemungkinan jalur masuk benda itu ke wilayah perairan Indonesia.
Menurut Aseptri, temuan di Gili Trawangan ini merupakan yang kelima di Indonesia sejak 2017. Namun, ia belum dapat memastikan apakah keberadaan benda itu mengancam keamanan nasional.
“Yang berwenang menilai apakah ini berbahaya atau tidak adalah tim identifikasi teknis di Mabesal. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Menyusul penemuan tersebut, TNI AL meningkatkan patroli di wilayah perairan NTB bersama Koarmada II dan jajaran terkait. Masyarakat pesisir juga diminta tetap tenang dan segera melapor jika menemukan benda asing lain yang mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jika menemukan benda yang tidak lazim di wilayah pesisir, segera laporkan kepada aparat,” ujar Aseptri.














