Olahraga

Porwada NTB 2026 Usai, PWI NTB Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porwanas Lampung

×

Porwada NTB 2026 Usai, PWI NTB Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porwanas Lampung

Sebarkan artikel ini
Porwada NTB 2026 Usai, PWI NTB Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porwanas Lampung

Mataram, Jurnalekbis.com – Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 resmi berakhir. Penutupan yang dikemas dalam Malam Keakraban di Mataram, Jumat malam, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarkontingen, tetapi juga momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung pada 2027.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak ingin sekadar berpartisipasi di tingkat nasional. Target yang dipasang adalah mempertahankan, bahkan melampaui, capaian membanggakan saat Porwanas XIV Banjarmasin 2024, ketika NTB berhasil menempati posisi tiga besar nasional.

Namun, menurutnya, tantangan di Lampung dipastikan lebih berat karena seluruh daerah diperkirakan akan turun dengan kekuatan terbaik setelah kondisi organisasi PWI kembali solid.

“Saat di Banjarmasin, kekuatan daerah lain masih terpecah karena kondisi PWI Pusat saat itu. Tetapi di Lampung nanti, karena PWI sudah satu dan bersatu, saya kira semua daerah akan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. Ini menjadi tantangan kita,” ujar Ikliluddin.

Baca Juga :  Simak Ini Cara Memili Kendaraan yang Tepat

Ia meminta para atlet, terutama penerima golden ticket, mulai mempersiapkan diri sejak sekarang meski program latihan bersama belum dimulai.

“Meskipun sistem latihan nanti terpisah, itu bukan menjadi hambatan untuk terus meningkatkan kemampuan masing-masing,” katanya.

Selain fokus pada target nasional, Ikliluddin mengungkapkan rencana perubahan format Porwada agar lebih menyerupai sistem pertandingan Porwanas. Konsep tersebut memungkinkan setiap kabupaten/kota bersaing memperebutkan medali sekaligus menentukan juara umum.

“Mungkin ke depan kita pakai format Porwanas. Di mana masing-masing daerah bertanding memperebutkan medali dan akan ada juara umum di situ. Insya Allah itu bisa kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan kabar mengenai peningkatan kualitas sumber daya wartawan. PWI NTB menargetkan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri pada Agustus mendatang.

Menurutnya, kuota peserta memang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Namun, seluruh anggota PWI di daerah diminta mulai mempersiapkan persyaratan administrasi maupun kesiapan mengikuti uji kompetensi.

Baca Juga :  Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 Siap Digelar, Target 6.000 Peserta

Sementara itu, suasana malam keakraban semakin hidup ketika Abu Sufyan atau yang akrab disapa Paman Ancus mewakili peserta memberikan sambutan. Dengan gaya khas penuh humor, ia mengisahkan dinamika kontingen dari berbagai daerah dalam mempersiapkan atlet hingga ketatnya persaingan di sejumlah cabang olahraga, termasuk domino.

Di balik candaan tersebut, Paman Ancus menyampaikan masukan agar panitia menetapkan koordinator setiap cabang olahraga sejak awal sehingga proses seleksi atlet di daerah dapat berjalan lebih terarah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan kontingen, termasuk peserta dari Pulau Sumbawa yang dinilainya menunjukkan semangat solidaritas tinggi sepanjang pelaksanaan Porwada.

“Semua harus berangkat ke Lampung, jangan lihat lagi golden ticket. Kita semua harus kompak mendukung,” serunya disambut tepuk tangan peserta.

Meski berlangsung meriah, forum evaluasi juga menghadirkan sejumlah catatan kritis. Ketua PWI Lombok Tengah, Lalu Amrillah, menyoroti minimnya kehadiran pejabat pemerintah pada seremoni pembukaan Porwada.

Baca Juga :  Jaringan 4G XL Axiata Siap Sukseskan MotoGP Mandalika

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap organisasi wartawan seharusnya dapat ditingkatkan. Ia membandingkan dukungan yang diterima kontingennya saat dilepas langsung oleh Bupati Lombok Tengah dengan kondisi saat pembukaan Porwada di Mataram yang hanya dihadiri perwakilan pemerintah provinsi.

“Kami dilepas langsung oleh Bapak Bupati. Sayangnya, saat pembukaan Porwada di Mataram kami hanya disambut Kepala Dinas yang mewakili Gubernur. Ini menjadi catatan bagi kami,” ujarnya.

Meski demikian, Amrillah mengakui Porwada telah berhasil mempererat komunikasi antarpengurus PWI kabupaten/kota sekaligus memperkuat solidaritas wartawan di Nusa Tenggara Barat.

Dengan berakhirnya Porwada NTB 2026, fokus PWI NTB kini bergeser pada pembinaan atlet, peningkatan kompetensi wartawan melalui UKW, serta mempersiapkan kontingen yang lebih kompetitif demi mengharumkan nama daerah pada Porwanas XV Lampung 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *