Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, menjadi lokasi pelaksanaan Latihan Satuan Sinkronisasi Operasi Khusus TK DEN TW II TA 2026 yang digelar Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Latihan ini merupakan bagian dari penguatan kesiapsiagaan pengamanan kawasan strategis nasional sekaligus mendukung penyelenggaraan berbagai agenda internasional, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebagai pengelola The Mandalika. Latihan difokuskan pada peningkatan koordinasi lintas instansi guna memastikan kawasan wisata tetap aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai situasi kontinjensi.
Rangkaian latihan diawali di Pertamina Mandalika International Circuit dengan penyelarasan prosedur operasi antarunsur pengamanan. Sejumlah skenario turut disimulasikan, mulai dari pembebasan sandera, operasi perebutan cepat, kegiatan surveillance, hingga penggunaan teknologi pendukung untuk meningkatkan interoperabilitas personel.
Usai latihan teknis, kegiatan dilanjutkan dengan Joy Ride atau konvoi kendaraan taktis yang dilepas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi di Pendopo Gubernur NTB pada Senin (29/6).
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan latihan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara ITDC, TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan kawasan strategis nasional.
“Keamanan merupakan pondasi utama dalam pengelolaan destinasi pariwisata berkelas dunia. Melalui kolaborasi yang erat dengan TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh stakeholder, ITDC terus memperkuat kesiapsiagaan kawasan sebagai bagian dari upaya menghadirkan destinasi yang aman, tangguh, dan berdaya saing,” kata Troy.
Menurutnya, penguatan sistem keamanan menjadi semakin penting menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Kesiapan seluruh unsur pengamanan diharapkan mampu menjamin kelancaran penyelenggaraan ajang balap dunia tersebut sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan, investor, tenant, dan pelaku usaha.
Troy menambahkan, koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional kawasan, mengingat The Mandalika merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rutin menjadi tuan rumah berbagai event internasional.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kopassus atas pelaksanaan latihan tersebut. Menurutnya, kehadiran TNI memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan negara dalam mengamankan kawasan strategis.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kopassus. Kehadiran TNI memberikan rasa aman, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapan negara dalam melindungi kawasan strategis dan mendukung berbagai agenda nasional maupun internasional di NTB,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan latihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional.
“TNI adalah milik rakyat. Karena itu masyarakat kami beri kesempatan untuk lebih mengenal Kopassus dan melihat langsung keberadaan mereka,” kata Djon.
ITDC menegaskan bahwa latihan ini bukan merupakan operasi militer maupun aktivitas permanen, melainkan simulasi kesiapsiagaan untuk meningkatkan kemampuan respons terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di kawasan.
Kolaborasi antara ITDC, TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan sport tourism berkelas dunia yang aman, terpercaya, dan siap menyambut agenda internasional.














